Polisi Menduga Editor Metro TV Yodi Prabowo Dibunuh

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Irwan Susanto menduga editor Metro TV Yodi Prabowo meninggal karena dibunuh. Dugaan tersebut didapat polisi dari penemuan luka tusukan pada tubuh korban.

    "Ada dugaan korban pembunuhan, tapi masih kami dalami," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat, 10 Juli 2020.

    Selain menemukan luka tusuk di tubuh korban, Irwan berujar penyidik juga menemukan sebuah senjata tajam. Senjata itu telah disita sebagai dugaan barang bukti.

    "Satu pisau kita amankan," kata Irwan.

    Yodi Prabowo ditemukan meninggal di pinggir tol JORR, Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat siang. Polisi telah membawa korban ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk dilakukan otopsi.

    Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pesanggrahan, Iptu Fajrul Choir mengatakan tubuh editor Metro TV itu ditemukan oleh tiga anak yang sedang bermain layangan di pinggir Tol JORR. Mereka melihat sesosok mayat tergeletak. "Korban sudah dilaporkan hilang sejak Rabu," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.