Pegawai Terpapar Covid-19, RSUD Kalideres Tutup Sebagian Layanan Kesehatan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga saat mengikuti rapid tes gratis menggunakan alat uji rapid tes produksi dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis 9 Juli 2020. Presiden Joko Widodo melarang jajarannya untuk membeli alat rapid test dan PCR virus corona dari luar negeri. Jokowi mengatakan saat ini Indonesia tak perlu impor karena telah mampu memproduksi sendiri alat tes Covid-19 tersebut. TEMPO/Subekti.

    Warga saat mengikuti rapid tes gratis menggunakan alat uji rapid tes produksi dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis 9 Juli 2020. Presiden Joko Widodo melarang jajarannya untuk membeli alat rapid test dan PCR virus corona dari luar negeri. Jokowi mengatakan saat ini Indonesia tak perlu impor karena telah mampu memproduksi sendiri alat tes Covid-19 tersebut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah poli kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kalideres ditutup sementara sejak Selasa, 7 Juli 2020, setelah sejumlah pegawai positif Covid-19

    Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristy Wathini belum bisa merinci poli kesehatan apa saja  yang layanannya ditutup sementara hingga Selasa, 14 Juli mendatang.

    "Ada pengalihan layanan sejumlah poli. Tapi pelayanan lain masih untuk penanganan Covid-19, karena RSUD Kalideres jejaring rumah sakit yang tangani Covid-19," kata Kristy saat dihubungi, Jumat, 10 Juli 2020.

    Ia menuturkan hasil pemeriksaan awal ditemukan delapan pegawai mulai dari kasir hingga driver rumah sakit yang terinfeksi virus corona. Namun, rumah sakit masih menunggu hasil uji usap atau swab puluhan pegawai.

    Sejauh ini belum ada perawat RSUD Kalideres yang terkonfirmasi positif Covid-19. "Sebab, seluruh pegawai kami swab dan masih menunggu hasil yang lainnya." 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.