150 Bus Gratis Disiapkan Angkut 4.500 Penumpang KRL dari Bogor

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang KRL Commuter Line antre menunggu kedatangan kereta di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin, 13 April Antrean panjang penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor tersebut akibat kebijakan pemeriksaan suhu tubuh dan pembatasan jumlah penumpang di setiap rangkaian kereta sebagai tindakan pencegahan penyebaran wabah pandemi virus Corona (COVID-19). ANTARA

    Sejumlah penumpang KRL Commuter Line antre menunggu kedatangan kereta di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin, 13 April Antrean panjang penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor tersebut akibat kebijakan pemeriksaan suhu tubuh dan pembatasan jumlah penumpang di setiap rangkaian kereta sebagai tindakan pencegahan penyebaran wabah pandemi virus Corona (COVID-19). ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor - Pemerintah Kota Bogor menargetkan 150 unit bus bantuan dapat mengurangi kepadatan penumpang KRL sampai 4.500 orang pada Senin pagi.

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan 150 unit bus gratis itu adalah bantuan dari Kementerian Perhubungan 75 unit dan sisanya dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Dari 150 bus gratis itu, 140 unit bus diberangkatkan dari Jalan Mayor Oking di samping Stasiun Bogor mulai pukul 05.00, serta 10 unit bus lainnya diberangkatkan dari Pool Damri di samping Mal Botani Square, Baranangsiang, Kota Bogor.

    Bus bantuan tersebut diberangkatkan menuju ke stasiun KRL di Jakarta antara lain, Stasiun Juanda, Stasiun Manggarai, Stasiun Cikini, Stasiun Tebet, Stasiun Tanah Abang, dan Stasiun Sudirman.

    Eko menjelaskan, 75 unit adalah bus berukuran sedang dengan kapasitas 30 penumpang tapi diisi 20 penumpang, serta 75 unit lainnya adalah bus berukuran besar dengan kapasitas 60 penumpang tapi diisi 40 penumpang, sehingga jumlah total penumpang dapat diangkut adalah 4.500 penumpang.

    Sebelumnya, kata dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberikan bantuan 50 unit bus untuk mengurangi warga Kota Bogor dan sekitarnya yang akan berangkat kerja ke Jakarta menggunakan moda transportasi KRL, pada Senin pagi.

    "Dengan bantuan 50 unit bus dan setiap bus diisi penumpang separuh kapasitas, dapat membawa sekitar 1.000 orang penumpang KRL dengan bus," katanya.

    Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 41 tahuan 2020 tanggal 8 Uji 2020, mengatur bahwa bus sedang dan besar dapat membawa penumpang sampai 70 persen dari kapasitas.

    "Adanya bantuan 150 unit bus ini kita harapkan dapat mengurai kepadatan penumpang KRL di Stasiun Bogor, sehingga tidak terjadi antrean sangat panjang," katanya.

    Eko Prabowo mengingatkan, warga Kota Bogor yang hendak kerja ke Jakarta menggunakan bus bantuan itu agar mengikuti arahan petugas di lapangan. Meski bus bantuan ini gratis, penumpang diharapkan memiliki kesadaran bersama untuk tertib dan saling menjaga diri, untuk kelancaran pelayanan dan menghindari potensi penularan COVID-19.

    Aturan yang ditetapkan Pemerintah Kota Bogor bagi penumpang KRL yang hendak naik bus bantuan adalah mengikuti protokol kesehatan secara ketat dan benar. Setiap calon penumpang harus memakai masker, menjaga jarak fisik, dan rajin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer. "Pada saat antrean dan menaiki bus, tidak perlu berebut, menyerobot, dan berdesak-desakan, untuk kelancaran dan ketertiban bersama," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.