7 Penumpang Bus Positif Covid-19, Bima Arya: Situasi Belum Aman

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terminal Bus Baranangsiang di Jalan Raya Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Juli 2012. TEMPO/Subekti

    Terminal Bus Baranangsiang di Jalan Raya Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Juli 2012. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut situasi di wilayahnya masih belum aman dari risiko penularan Covid-19. Pasca tes swab massal di Terminal Baranangsiang, terungkap 7 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

    "Artinya situasi betul-betul belum aman," kata Bima Arya melalui pesannya yang diterima TEMPO, Ahad 12 Juli 2020.

    Bima mengatakan dari ketujuh orang yang diketemukan terkonfirmasi positif Covid-19 itu, tiga di antaranya adalah warga Kota Bogor. Bima menyebut semua yang terkonfirmasi positif itu adalah pengguna bus atau transportasi publik.

    Temuan itu mengindikasikan penularan Covid-19 di ruang publik dan transportasi masih signifikan. Tidak hanya di KRL, penularan juga bisa terjadi di bus. "Ancaman masih nyata, hati-hati dan tetap waspada," ucap Bima.

    Setelah tiga warganya terkonfirmasi positif, Bima Arya menginstruksikan tim gugus tugas khususnya tim deteksi aktif alias detektif Covid-19 bergerak cepat. Bima mengatakan tim tersebut langsung turun untuk memastikan jumlah ODP dan segera diawasi dalam isolasi semua oleh tim pantau.

    "Jangan anggap enteng Covid. Tetap gunakan masker, jaga jarak & cuci tangan selalu, terutama di tempat publik," kata Bima Arya.

    Sebelumnya Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan tes swab massal di terminal Baranangsiang, pada Jumat 10 Juli kemarin. Tes itu pun diikuti 100 orang secara random diantaranya sopir, kondektur, petugas terminal dan penumpang bus. Hasil dari tes tersebut ditemukan awal di antaranya 7 positif.

    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.