6.000 Siswa Diterima Lewat Jalur PPDB Zonasi Tingkat RW

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melayani orang tua siswa di posko PPDB di SMA Negeri 70 Jakarta, Rabu, 8 Juli 2020.  Jalur tahap akhir ini dibuka sejak 7 Juli 2020 pukul 08.00 hingga 8 Juli 2020 pukul 15.00. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas melayani orang tua siswa di posko PPDB di SMA Negeri 70 Jakarta, Rabu, 8 Juli 2020. Jalur tahap akhir ini dibuka sejak 7 Juli 2020 pukul 08.00 hingga 8 Juli 2020 pukul 15.00. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengumumkan jumlah siswa yang diterima dari jalur Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB zonasi tingkat RW mencapai 6.000 lebih siswa.

    Kepala Dinas Pendidikan DKI Nahdiana mengatakan, jumlah tersebut terbagi untuk tingkat SMP dan SMA. "Jumlah yang diterima pada jalur zona RW untuk SMP sebanyak 4.307 dan SMA ada 2.393 peserta," ujarnya dalam rapat Komisi E DPRD DKI, Selasa 14 Juli 2020.

    Sedangkan untuk zonasi kelurahan lanjut Nahdiana jumlah siswa yang diterima untuk jenjang SD 68.176 siswa, untuk SMP 30.541 siswa dan SMA ada 12.508 siswa. Jalur zonasi merupakan jalur penerimaan paling besar dengan jumlah kuota sebanyak 50 persen.

    Nahdiana mengatakan secara keseluruhan untuk tahun ini jumlah siswa yang diterima pada PPDB tahun 2020 untuk jenjang SD 92.726 peserta, SMP 78.453 peserta, SMA 31.739 peserta dan SMK 8.988. Namun berdasarkan data Dinas Pendidikan hasil PPDB masih ditemukan kursi kosong di sejumlah sekolah.

    Nahdiana menambahkan di SD tercatat ada 6.666 kursi kosong atau 6,71 persen, tingkat SMPN dari daya tampung 79.075 terdapat kursi kosong sebanyak 622 kursi atau sebesar 0,79 persen. Tingkat SMA dari daya tampung 31.964 tercatat ada kursi kosong 225 atau 0,07 persen dan untuk jenjang SMK dari daya tampung 19.233 ada 245 kursi kosong atau 1,27 persen.

    Ketua Komisi E DPRD Iman Satria menilai PPDB Jakarta tahun ini sudah berjalan dengan baik meski banyak pro kontra dari warga-warga yang memprotes PPDB tahun ini. Terutama kata dia, polemik soal seleksi terkait zonasi dan usia.

    "Sudah baik. Dan alhamdulillah saya rasa teman-teman dari masing-masing fraksi mengapresiasi. Bahkan yang tadinya memberikan perlawanan, diujung nya memberikan apresiasi," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto