Polisi Tambah Personel pada Kasus Pembunuhan Editor Metro TV

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan proses evakuasi dan identifikasi mayat editor Metro TV bernama Yodi Prabowo di pinggi To JORR jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

    Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan proses evakuasi dan identifikasi mayat editor Metro TV bernama Yodi Prabowo di pinggi To JORR jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menambah personel untuk dapat segera mengungkap pelaku pembunuhan editor Metro TV, Yodi Prabowo. Khususnya penambahan personel ke tim khusus yang melakukan penyelidikan. 

    "Memang agak ditambah personel perkuatan, personel yang administrasi siapa, khusus CCTV siapa, lapangan siapa. Nanti ada beberapa lagi tim-tim lain yang bergerak mencari," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat dihubungi, Rabu, 15 Juli 2020. 

    Mengenai jumlah pasti personel yang dikerahkan, Yusri enggan menjelaskannya. Ia hanya mengatakan penambahan personel agar kasus ini bisa cepat terungkap. 

    Selain itu, ia mengatakan tim khusus yang dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dibagi menjadi dua. Salah satu tim bertugas mencari rekaman CCTV sebanyak-banyaknya dari sekitar TKP. 

    "Tim dari sore kemarin menelusuri apakah masih ada CCTV yang masih bisa diambil untuk dijadikan petunjuk bagi penyidik," kata Yusri.

    Sebelumnya, mayat Yodi pertama kali ditemukan warga di pinggir Tol JORR di Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, pada Jumat, 10 Juli 2020. Jenazah Yodi ditemukan oleh bocah di sekitar lokasi yang sedang bermain layangan.

    Dari hasil otopsi terhadap jenazah Yodi, terungkap bahwa luka robek di bagian leher menjadi penyebab utama kematian laki-laki berusia 26 tahun itu. Selain di leher, Yusri mengatakan luka tikaman pada bagian dada menembus iga hingga ke paru-paru juga mempercepat kematian koraban. 

    Polisi kemudian mengerahkan 2 ekor anjing pelacak K-9 ke TKP penemuan mayat Yodi Prabowo. Kedua anjing itu mengendus asal-usul pisau dapur yang digunakan pelaku untuk menikam dada dan leher korban dan mengarahkan penyidik ke sebuah warung yang lokasinya yang berjarak 400 meter dari TKP. 

    Meskipun sudah mengantongi beberapa petunjuk, sampai saat ini pelaku pembunuhan Editor Metro TV Yodi masih misteri. Polisi masih menyelidiki asal-usul pisau yang menikamnya, serta mengidentifikasi rekaman CCTV di sekitar lokasi. Polisi juga sudah memeriksa 23 saksi, di antaranya merupakan keluarga, kekasih, dan rekan kerja Yodi. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bahayanya Sampah Laut Bagi Ekosistem

    Laut menyimpan banyak sekali manfaat. Namun, kondisinya sekarang sangat memprihatinkan. Banyaknya Sampah Laut menjadi masalah besar sekarang ini.