Peraih Ratusan Penghargaan Dapat Tawaran Beasiswa Sekolah Swasta

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aristawidya Maheswari (15) memperlihatkan foto saat dia mengajar di salah satu Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Timur. Foto itu diperlihatkan saat berbincang dengan wartawan di kediaman Rumah Susun Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2020). (ANTARA/Andi Firdaus).

    Aristawidya Maheswari (15) memperlihatkan foto saat dia mengajar di salah satu Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Timur. Foto itu diperlihatkan saat berbincang dengan wartawan di kediaman Rumah Susun Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2020). (ANTARA/Andi Firdaus).

    TEMPO.CO, Jakarta -Pelajar peraih ratusan penghargaan Aristawidya Maheswari, 15 tahun, memperoleh tawaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan SMA di sejumlah sekolah swasta di Jakarta. Sebelumnya ia gagal lolos seleksi negeri di jalur PPDB Jakarta.

    "Global Sevilla School Jakarta Barat sudah menawarkan beasiswa untuk Arista, cuma jaraknya terlalu jauh," kata nenek Arista, Siwi Purwanti, 60 tahun, saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2020.

    Saat mendapatkan tawaran tersebut, pelajar yatim piatu yang kini diasuh kakek dan neneknya di Rusun Jatinegara Kaum, Jakarta Timur itu sempat merasa tidak percaya diri bersekolah di swasta yang dihuni siswa kalangan ekonomi atas itu.

    "Itu sekolahnya terlalu bagus buat aku, sekolahnya orang kelas atas banget," kata Arista kepada neneknya.

    Sekolah lain yang juga menawarkan beasiswa kepada Arista yaitu IDN Boarding School, Bogor, Jawa Barat. Namun, sekolah tersebut masih dipertimbangkan oleh Arista karena alasan jarak.

    Tawaran lainnya datang dari SMA Muhammadiyah 11, Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Atas pertimbangan jarak, kata Siwi, Arista akhirnya memutuskan untuk bersekolah di SMA Muhammadiyah 11."Mulai hari ini Arista sudah sekolah di SMA Muhammadiyah 11 Jakarta menggunakan jalur beasiswa," kata Siwi.

    Sebelumnya Arista sempat memilih untuk putus sekolah setelah gagal dalam persaingan nilai dan usia di seluruh jalur Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Jakarta 2020. Namun rencana putus sekolah dan fokus pada kegiatan sosial mengajar seni lukis di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak atau RPTRA urung dilakukan Arista.

    Siwi mengaku, kegiatan Arista untuk mengajar di RPTRA saat ini belum bisa dilakukan karena pandemi Covid-19."Belum bisa karena kan kasih pandemi," kata Siwi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto