Positivity Rate Covid-19 Naik, Anies Baswedan: Lebih Waspada

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat memimpin upacara peringatan HUT DKI ke 493 di halaman Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin 22 Juni 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat memimpin upacara peringatan HUT DKI ke 493 di halaman Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin 22 Juni 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan angka positivity rate Covid-19 di Ibu Kota berada di zona aman selama lima pekan terakhir diberlakukannya PSBB transisi. Positivity rate merupakan hasil dari pembagian jumlah orang positif Covid-19 dengan jumlah orang yang melakukan tes swab.

    "Selama 5 minggu kita berada dalam zona aman secara rekomendasi dari WHO kita di bawah 5 persen," kata dia saat konferensi pers virtual, Kamis, 16 Juli 2020.

    Dia menyebut di pekan pertama PSBB transisi berlaku, rasio positif Covid-19 berada di persentase 4,4 persen. Kemudian di pekan kedua menurun menjadi 3,1 persen, pekan ketiga 3,7 persen, pekan keempat 3,9 persen, dan pekan kelima 4,8 persen.

    Namun, angkanya naik ke angka 5,9 persen dalam sepekan ini. "Jadi sudah lama kita di bawah 5 persen, tapi seminggu terakhir naik di atas 5 persen. Artinya kita harus lebih waspada," jelas dia.

    Walau begitu, menurut Anies, positivity rate di DKI masih lebih rendah ketimbang persentase secara nasional yang berada di kisaran 12 persen.

    Jumlah pasien yang terinfeksi virus corona di Ibu Kota bertambah setiap harinya selama masa PSBB transisi. Anies sebelumnya memperpanjang PSBB transisi selama 14 hari yang berakhir pada 2 Juli. Hari ini dia kembali mengumumkan perpanjangan PSBB transisi selama 14 hari lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.