Perpanjang PSBB Transisi, Anies: Reproduksi Efektif Jakarta 1,15

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kanan) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kiri) dan Direktur Keuangan PT KAI (Persero) Rivan A Purwantono (kiri) meninjau penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin, 15 Juni 2020. Gubernur DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kepadatan penumpang di Stasiun Bogor dan penyediaan layanan bus gratis oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bogor untuk penumpang KRL Commuter Line pada masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). ANTARA

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kanan) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kiri) dan Direktur Keuangan PT KAI (Persero) Rivan A Purwantono (kiri) meninjau penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin, 15 Juni 2020. Gubernur DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kepadatan penumpang di Stasiun Bogor dan penyediaan layanan bus gratis oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bogor untuk penumpang KRL Commuter Line pada masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan salah satu alasan yang mendasari perpanjangan PSBB Transisi. Yakni angka reproduksi efektif (Rt) virus corona di Jakarta telah berada di atas 1. 

    "Reproduksi efektif yang selama ini di bawah satu. Sekarang menjadi 1,15. Artinya satu orang positif menularkan ke satu orang lainnya," kata Anies saat menggelar konferensi pers secara daring, Kamis malam, 16 Juli 2020.

    Anies memperpanjang kembali fase transisi normal baru selama 14 hari, mulai 17-30 Juli 2020. Fase PSBB transisi di Ibu Kota telah dimulai sejak 5 Juni sampai 2 Juli lalu dan diperpanjang pada 3-16 Juli 2020.

    Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengatakan pada awal pagebluk ini menyergap, angka reproduksi sempat menyentuh angka empat. Artinya satu orang yang terjangkit Covid-19, menulari empat orang lainnya. "Kami ingin angka Rt itu turun lagi. Sekarang di atas satu, ada percepatan penularan lagi."

    Selain itu, penyebab lain yang membuat dia belum berani melangkah ke tahap dua transisi karena melihat positivity rate atau rasio positif penularan Covid-19 telah di atas lima. Adapun rasio positif pada pekan terakhir perpanjangan masa transisi tahap pertama berada di angka 5,6 persen.

    "Awal masa PSBB transisi positivity rate ada di angka empat. Positivity rate idealnya di bawah lima," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.