Ular Sanca Jatuh dari Atap, Sembunyi di Kasur Warga Pamulang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Damkar Jakarta Timur berpose dengan tangkapan ular sanca batik sepanjang 3,5 meter dari salah satu rumah makan, di Jalan Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu, 17 Mei 2020. ANTARA/HO-Damkar Jaktim

    Petugas Damkar Jakarta Timur berpose dengan tangkapan ular sanca batik sepanjang 3,5 meter dari salah satu rumah makan, di Jalan Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu, 17 Mei 2020. ANTARA/HO-Damkar Jaktim

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Ular sanca sepanjang kurang lebih tiga meter ditemukan di dalam kamar rumah seorang warga Pamulang Barat pada Jumat dinihari sekitar pukul 01.15.

    "Iya betul, kami berhasil evakuasi ular sanca dengan panjang tiga meter, kami mendapat informasi tersebut kemudian langsung menuju lokasi," kata Komandan Regu Rescue tim Alfa Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) kota Tangerang Selatan, Darusalam, saat dihubungi, Jumat 17 Juli 2020.

    Menurut Darus, pemilik rumah mendengar ada benda yang jatuh di dalam kamarnya. Suara tersebut terdengar keras sehingga membangunkan pemilik rumah.

    "Setelah dicek oleh pemilik rumah, ternyata ular sanca yang jatuh dari atap kamarnya, kemudian pemilik rumah memanggil petugas keamanan kompleks perumahan untuk mengevakuasi ular tersebut," ujarnya.

    Setelah petugas keamanan perumahan dipanggil, mereka kewalahan menangkap ular tersebut karena saat hendak ditangkap ular tersebut melawan.

    "Akhirnya petugas keamanan menghubungi kita untuk evakuasi ular tersebut, setelah sampai lokasi kita cari ularnya dan ular tersebut berada di antara kasur dan tembok," kata Darus.

    Ular sanca yang ditemukan di Pamulang tersebut, kata Darus diduga masuk dari rumah kosong di belakangnya. Berdasarkan keterangan pemilik rumah, di belakang rumahnya memang ada rumah kosong. "Ular naik ke ventilasi, karena ventilasinya tinggi, ular itu bisa masuk ke ventilasi, diperkirakan ular sedang mencari makan karena keluar pada jam tersebut," ujarnya.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.