Siswa Titipan Tak Lolos, Lurah di Tangerang Selatan Ngamuk

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi PPDB Online (siap-ppdb.com)

    Ilustrasi PPDB Online (siap-ppdb.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lurah Benda Baru dikabarkan marah saat mengetahui siswa titipannya untuk masuk ke SMAN 3 Tangerang Selatan tidak masuk ke sekolah yang berada di wilayah Pamulang itu.

    "Jadi ada masyarakat yang minta tolong sama Pak Lurah yang kaitannya untuk masuk SMAN 3 Tangerang Selatan, tapi Pak Lurah-nya sudah minta maaf," kata kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) kota Tangerang Selatan, Apendi, Jumat 17 Juli 2020.

    Menurut Apendi, dalam aturan undang- undang, tidak diperbolehkan Aparatur Sipil Negara untuk memasukkan siswa tidak melalui proses Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB secara online.

    "Nanti pak Lurah-nya akan kami tindaklanjuti. Kami panggil yang bersangkutan untuk kita mintai kererangan berikut juga saksi- saksi, kami periksa gitu agar bisa tahu permasalahannya," ujarnya.

    Secara pribadi, kata Apendi, Lurah Pondok Benda Baru yang diketahui bernama Saidun, sudah meminta maaf kepada kepala sekolah SMAN 3 atas perbuatannya itu.

    "Sudah minta maaf, tapi akan kami periksa terkait kode etik kepegawaiannya, nanti tetap akan saya tindaklanjuti, kan sudah ada peraturan pemerintah nomor 53 tentang disiplin kepegawaian, nanti kita lihat apa sanksinya setelah melakukan pemeriksaan," ungkapnya.

    Sementara Pelaksana tugas Kepala Sekolah SMAN 3 Tangerang Selatan Aan Sri Analiah membenarkan bahwa Lurah Benda Baru sudah meminta maaf kepada dirinya.

    "Kejadiannya Jumat tanggal 10 Juli kemarin, pak lurah marah menendang toples makanan yang ada di meja, mungkin pak lurah mendapat tekanan dari mana- mana agar masyarakatnya bisa masuk ke SMAN 3 dan proses PPDB sudah berakhir," kata dia.

    Aan menambahkan bahwa memang benar Lurah Benda Baru mau menitipkan masuk warganya ke SMAN 3 Tangerang Selatan sebanyak lima orang.

    Adapun Lurah Saidan mengakui ia sempat marah namun telah meminta maaf.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto