Sastrawan Sapardi Djoko Darmono Masuk Rumah Sakit Sejak Juni 2020

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sastrawan Sapardi Djoko Damono merilis novel terbarunya, Yang Fana Adalah Waktu. Buku ini melengkapi dua judul sebelumnya: Hujan Bulan Juni dan Pingkan Melipat Jarak. Jumat, 16 Maret 2017 (TEMPO/AISHA)

    Sastrawan Sapardi Djoko Damono merilis novel terbarunya, Yang Fana Adalah Waktu. Buku ini melengkapi dua judul sebelumnya: Hujan Bulan Juni dan Pingkan Melipat Jarak. Jumat, 16 Maret 2017 (TEMPO/AISHA)

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Sastrawan Sapardi Djoko Darmono dirawat sejak 8 Juni 2020, sebelum meninggal pagi tadi, Sabtu, 19 Juli 2020, pukul 09.17.

    "Almarhum sakit dan langsung dirawat di ICU Eka Hospital pada 8 Juni 2020," kata perwakilan keluarga, Tatyana Soebianto di rumah duka di Kompleks Perumahan Dosen Universitas Indonesia di Ciputat, Tangerang Selatan, Ahad 19 Juni 2020.

    Menurut Tatyana setelah masuk rumah sakit, almarhum sempat dipindah ke ruang perawatan biasa. Tapi beberapa hari terakhir kondisi kesehatan sastrawan itu terus menurun, sampai akhirnya meninggal tadi pagi.

    "Bapak menderita komplikasi dan selama dua tahun belakangan sudah sering dirawat (di rumah sakit)."

    Guru besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia itu, kata Tatyana, beberapa kali dirawat di rumah sakit untuk satu masalah yakni hemoglobin yang terus menurun.

    "Setelah itu tidak ada diagnosa yang tepat.” Ia menduga, selain itu juga karena sudah lanjut usia tua. “Maret kemarin, Bapak berusia 80 tahun."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Aman Berkendara dan Beraktivitas di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Jika harus keluar rumah, masyarakat wajib waspada dan melindungi diri dari Covid-19. Simak tips aman berkendara saat kasus Covid-19 merajalela.