Riza Patria Sebut DKI Tambah Jalur Sepeda, Panjang dan Lebarnya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berbincang dengan Direktur Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin usai mengecek penerapan protokol kesehatan di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (20/6/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berbincang dengan Direktur Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin usai mengecek penerapan protokol kesehatan di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (20/6/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan saat ini Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah melakukan penambahan ruas dan jalur sepeda seiring meningkatnya jumlah pesepeda di Ibu Kota.

    "Dishub DKI sudah mengatur. Tidak hanya penambahan panjang (ruas jalur sepeda), tapi juga lebarnya," kata Riza saat diwawancarai di kawasan Ancol, Jakarta, Minggu, 19 Juli 2020.

    Menurutnya, penambahan lebar jalur bagi para pesepeda itu sebagai bentuk apresiasi karena meningkatnya hobi bersepeda di masa pandemi Covid-19.

    "Penjualan sepeda luar biasa, hingga 1000 persen. Kita mengapresiasi masyarakat yang mulai minat bersepeda," kata Riza.

    Oleh karena itu, menyediakan fasilitas yang dapat mendukung masyarakat menyalurkan minatnya dalam berolahraga dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, salah satu bentuknya dengan pemberian ruang ekstra bagi para pesepeda.

    "Prinsipya kami memberi tempat terbaik, terutama bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda," ujar pria yang akrab disapa Ariza itu.

    Lebih lanjut ia mengingatkan masyarakat pada saat bersepeda agar berhati-hati saat berkendara dan mulai terbiasa tidak hanya menggunakan sepeda sebagai hobi, namun juga sebagai alat transportasi.

    "Mudah-mudahan warga Jakarta bisa menggunakan sepeda sebagai alat transportasi yang murah," ujar Riza Patria yang dikenal politikus dari Partai Gerindra itu.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.