Kantong Plastik Disetop, Pedagang: Kantong Ramah Lingkungan Seret

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menenteng tas belanja saat mengunjungi Mall Grand Indonesia, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2020.  ANTARA/Puspa Perwitasari

    Pengunjung menenteng tas belanja saat mengunjungi Mall Grand Indonesia, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2020. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta -Pedagang di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan mengeluhkan ketersediaan kantong belanja ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik yang telah dilarang sejak 1 Juli 2020.

    "Kalau kantong plastik diorder sekarang besok sudah ada barangnya. Tapi kalau tas belanja ini (tas ramah lingkungan) dipesan sekarang, minggu depan belum tentu ada," kata Mastur pedagang plastik dan sembako di Pasar Tebet Barat, Minggu, 19 Juli 2020.


    Menurut Mastur, hampir semua pedagang plastik kemasan di Pasar Tebet Barat kini beralih menjual tas belanja ramah lingkungan sehingga setiap kali pemasok datang membawa barang ini selalu menjadi rebutan.

    Bahkan ada pedagang yang memesan langsung kepada distributor dalam jumlah banyak mengingat pasokan seret.

    "Produksi tas belanja ramah lingkungan tidak memadai, pemasok ke sana ke mari juga susah mendapatkan barang," kata Mastur terkait kebijakan larangan yang berdasarkan pergub pembatasan kantong plastik tersebut.

    Sejak kebijakan larangan kantong plastik diberlakukan, pedagang plastik banyak yang memesan kantong belanja ramah lingkungan kepada distributor, akibatnya produk tersebut kini sulit didapat.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.