Sandiaga Uno Ingatkan Kasus Covid-19 PSBB Transisi Naik, Ada Apa?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Realawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 Sandiaga Uno (kiri) berbincang dengan Ketua Pewarta Foto Indonesia Reno Esnir (kanan) saat meninjau rapid tes massal di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Ahad, 28 Juni 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Realawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 Sandiaga Uno (kiri) berbincang dengan Ketua Pewarta Foto Indonesia Reno Esnir (kanan) saat meninjau rapid tes massal di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Ahad, 28 Juni 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Relawan Indonesia Bersatu, Sandiaga Uno, mengingatkan kasus penularan Covid-19 selama masa pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Transisi cenderung naik.

    "Masyarakat jangan sampai lengah dengan relaksasi ini. Sebab, angka kasus positif di DKI Jakarta cenderung meningkat selama masa PSBB Transisi," katanya.

    Pernyataan tersebut dikemukakan Sandiaga Uno saat menghadiri kegiatan rapid test massal di Kantor Kecamatan Kampung Makassar, Jakarta Timur, Minggu, 19 Juli 2020.

    RIB melaporkan angka peserta rapid test yang terdeteksi positif COVID-19 di Jakarta hingga saat ini berkisar dua persen, sedangkan sebanyak empat persen lainnya reaktif.

    Sandiaga mengatakan rapid test menjadi salah satu syarat yang wajib dipenuhi oleh masyarakat untuk beraktivitas selama normal baru.

    "Biaya rapid test yang dipersyaratkan untuk kegiatan bekerja, sekolah ini sangat mahal. Kami menggelar rapid test ini untuk membantu masyarakat dengan selalu mengikuti anjuran pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19," katanya.

    Menurut dia, semua pihak perlu membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona dalam pandemi Covid-19 ini, salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan.

    "Ini sinergi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, seluruh aparat yang ada di sini menunjukkan kerja ini bukan tugas pemerintah saja tapi kerja kolaborasi semua pihak," ujarnya.

    Sementara Camat Makasar Jakarta Timur, Kamal Alatas, menjelaskan rapid test gratis ini diutamakan menyasar para petugas hewan kurban dan tokoh masyarakat yang bersentuhan langsung dengan warga.

    "Kami concern ke pedagang hewan kurban, RW, tokoh FKDM, tokoh agama dan kiai. Kami lakukan ini semata-mata untuk menurunkan angka penyebaran COVID-19 di Kecamatan Makasar," katanya.

    Kamal melaporkan grafik warga setempat yang reaktif terus menurun.

    Dalam rapid test ini, Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 menyiapkan 40 tenaga medis profesional.

    Sebanyak 1.000  rapid kit juga disediakan untuk mengakomodasi masyarakat yang hendak mengikuti rapid test ini. RIB juga menyediakan dua unit mobile laboratorium untuk melakukan uji swab berbasis PCR test.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Klaim Hadi Pranoto Soal Obat Covid-19 Dipatahkan Sejumlah Pakar

    Hadi Pranoto jadi perbincangan warganet setelah ia mengkalaim menemukan obat Covid-19 ketika diwawancarai musisi Anji. Sejumlah pakar meragukan Hadi.