Sulitnya Hapus Kantong Plastik di Pasar Tradisional DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembeli menenteng kantong kresek saat berbelanja di Pasar Tebet Barat, Jakarta, Ahad, 2 Februari 2020. Sejak pertengahan bulan lalu, pasar ini resmi menjadi percontohan pasar tanpa kantong plastik. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pembeli menenteng kantong kresek saat berbelanja di Pasar Tebet Barat, Jakarta, Ahad, 2 Februari 2020. Sejak pertengahan bulan lalu, pasar ini resmi menjadi percontohan pasar tanpa kantong plastik. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Upaya penghapusan penggunaan kantong plastik sekali pakai atau kresek di DKI Jakarta masih sulit dilakukan, terutama untuk pasar tradisional.

    Ikatan Pedagang Pasar Indonesia atau IKAPPI menilai Pemerintah Provinsi DKI belum serius mencari alternatif penganti kantong plastik sekali pakai yang telah dilarang sejak 1 Juli lalu.

    "Kebijakan ini terlalu dini diberlakukan di pasar tradisional karena sosialisasi dan edukasi masih sangat minim," kata Ketua Bidang Pendidikan & Kesejahteraan Sosial IKAPPI, Widyanto Kurniawan, melalui keterangan resminya, Jumat, 17 Juli 2020.

    Larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai tertuang dalam Peraturan Gubernur nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan.

    Widyanto menuturkan penggunaan kantong plastik untuk beberapa komoditas basah masih sangat dibutuhkan dan terus dilakukan di pasar tradisional. Artinya, kebijakan ini masih belum efektif karena sampai sekarang belum ada pengganti alternatifnya.

    Saat peralihan dari daun ke plastik, kata dia, plastik menjadi solusi alternatif saat itu karena mudah dicari, higienis, tidak bocor, dan yang paling penting adalah bisa didapatkan dengan harga yang relatif murah.

    "Alternatif ini sesungguhnya yang kami ingin dorong bersama agar Pemerintah DKI bersama dengan IKAPPI mencari alternatif untuk mengganti penggunaan kantong plastik," ucapnya.

    IKAPPI pun sedang menjajaki kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka mengurangi beban ekonomi pedagang jika kantong plastik dihentikan di pasar tradisional. Keluhan terus disampaikan dari pedagang kepada IKAPPI karena larangan ini belum mendapatkan solusi.

    Ia berharap pemerintah mengijinkan sementara waktu penggunaan kantong plastik seraya mendorong produk-produk usaha mikro kecil dan menengah, mendapat produk daur ulang pengganti plastik.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.