Bantu Uang Pangkal Siswa di Sekolah Swasta, DKI Siapkan Rp 171 M

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berdiri di depan karangan bunga dari orang tua siswa yang keberatan atas kebijakan PPDB zonasi berdasarkan usia di Balai Kota Jakarta, Senin, 6 Juli 2020.  TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga berdiri di depan karangan bunga dari orang tua siswa yang keberatan atas kebijakan PPDB zonasi berdasarkan usia di Balai Kota Jakarta, Senin, 6 Juli 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaPemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan Rp171 miliar untuk membantu uang pangkal siswa yang harus mengenyam pendidikan di sekolah swasta pada PPDB Jakarta 2020.

    Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) DKI Catur Laswanto mengatakan Pemprov DKI Jakarta sedang menyusun skema bantuan bagi siswa SMP, SMA, SMK yang tidak lolos seleksi pendaftaran PPDB dan terpaksa masuk sekolah swasta pada Tahun Ajaran 2020/2021.

    Pemprov DKI sedang mencocokkan antara siswa yang tak lolos PPDB dan data penerima bansos virus corona supaya bantuan yang diberikan tepat sasaran. Dari data PPDB, siswa yang tidak diterima di sekolah negeri DKI akan dipadankan dengan data penerima bansos. Data yang dicocokkan adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) orang tua yang terdampak wabah corona.

    "Kenapa kami padankan? Karena asumsinya adalah ketika nanti diberikan bantuan uang masuk atau uang pangkal sekolah, maka mereka adalah yang layak dan terdampak COVID-19," ujar Catur di Jakarta, Senin 20 Juli 2020.

    Pada pendaftaran PPDB 2020, jumlah siswa yang mendaftar sebanyak 358.664 dan yang sudah diterima di sekolah negeri 232.653 siswa. Sedangkan yang tidak diterima di sekolah negeri ada 126.011.

    "Lalu, hasil padanan data antara data PPDB yang tidak diterima di negeri, artinya mereka diterima di swasta dan data bansos adalah 85.508. Data ini tidak termasuk mereka yang langsung daftar ke sekolah swasta," katanya.

    Dari jumlah siswa, asumsi anggaran diperkirakan untuk menalangi uang pangkal masuk sekolah swasta sebesar Rp171 miliar. Sumber dana yang digunakan masih belum diputuskan, bisa menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD) 2020 atau Bantuan Tak Terduga (BTT).

    "Karena sekolah swasta memberikan kesempatan perpanjangan pembayaran. Artinya tidak pada saat sekarang, tetapi di waktu yang panjang sehingga sekiranya anggaran akan dibebankan APBD, masih dimungkinkan," ujar Catur.

    Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Nahdiana menyampaikan bahwa uang pangkal untuk masuk sekolah swasta di Jakarta memang berbeda-beda dengan kisaran biaya dari Rp1 juta hingga Rp4 juta. Sejauh ini Pemprov DKI belum memutuskan besaran bantuan yang diterima setiap siswa. Namun total anggaran sebesar Rp171 miliar hampir dipastikan bisa disanggupi Pemprov DKI.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi