Kota Bekasi Pesan 10 Ribu Alat Tes Swab, Stok Hingga Akhir Tahun

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas saat menunjukkan hasil swab penumpang KRL Commuterline usai menjalani test polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2020. Pemkot Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL Commuterline dengan menyiapkan 300 alat test PCR, tes secara massal tersebut dilakukan setelah tiga penumpang KRL dari bogor terdeteksi terpapar virus corona atau Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas saat menunjukkan hasil swab penumpang KRL Commuterline usai menjalani test polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2020. Pemkot Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL Commuterline dengan menyiapkan 300 alat test PCR, tes secara massal tersebut dilakukan setelah tiga penumpang KRL dari bogor terdeteksi terpapar virus corona atau Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Bekasi kembali memesan 10.000 unit alat tes swab guna memaksimalkan pelacakan virus untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

    "Kami memesan untuk stok warga Kota Bekasi hingga akhir tahun ini. 10.000 kit PCR Swab Test," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Senin, 20 Juli 2020.

    Rahmat mengaku tetap akan melanjutkan pemeriksaan kesehatan secara masif baik menggunakan metode tes cepat (rapid test) maupun tes swab.

    Selama pandemi Covid-19 Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan sedikitnya 48.000 tes cepat serta 20.000 lebih tes swab kepada warganya. "Ini sudah melebihi target WHO untuk rapid test, satu persen dari jumlah penduduk. Kota Bekasi kan 2,4 juta, satu persen 24.000, kita 48.000, artinya 2 persen," katanya.

    ADVERTISEMENT

    Kota Bekasi juga telah menyiapkan dua alat penguji hasil tes swab yang ditempatkan di Labkesda Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan RSUD Kota Bekasi.

    Dua alat penguji ini membuat proses deteksi hasil bisa keluar dalam waktu 2-3 jam saja sehingga mempercepat hasil pemeriksaan serta tidak perlu mengirimnya ke laboratorium provinsi maupun Kementerian Kesehatan lagi. "Kalau ke Kemenkes dan Pemprov Jabar bisa tiga-empat hari, sekarang ini cuman 2-3 jam sudah bisa diketahui hasilnya, putarannya cepat PCR yang kita punya," katanya.

    Pemerintah Kota Bekasi bahkan berencana untuk membeli lagi alat penguji tes swab agar pengecekan sampel bisa dilakukan lebih cepat lagi. "Kami sedang mencari alat yang lebih modern lagi. Saya kemarin diinfokan dari kenalan di Kemenhan, ada alat dari Korea yang katanya 30 menit langsung keluar hasil. Nah berarti alat ini lebih canggih dari alat yang sudah ada yang kita punya. Jadi, istilahnya ada yang satu menit pun kita cari karena kita ingin mendapatkan hasil yang cepat ya dan terus tepat," kata dia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.