Larangan Kantong Plastik, Jaksel Imbau Panitia Kurban Pakai Ini

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengemas daging kurban menggunakan wadah besek bambu di Masjid Nurul Hilal, Cibulan, Jakarta Selatan, Ahad, 11 Agustus 2019. Panitia Kurban Idul Adha 1440 H/ 2019 Masjid Nurul Hilal menggunakan besek bambu menggantikan kantong plastik sebagai wadah pembungkus daging. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas mengemas daging kurban menggunakan wadah besek bambu di Masjid Nurul Hilal, Cibulan, Jakarta Selatan, Ahad, 11 Agustus 2019. Panitia Kurban Idul Adha 1440 H/ 2019 Masjid Nurul Hilal menggunakan besek bambu menggantikan kantong plastik sebagai wadah pembungkus daging. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali mengajak panitia kurban menggunakan wadah ramah lingkungan (non kantong plastik) untuk mendistribusikan daging hewan kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

    "Berharap panitia kurban dapat menggunakan wadah-wadah ramah lingkungan," kata Marullah dalam sosialisasi tata cara pemilihan, pemotongan hewan dan penanganan daging kurban di masa pandemi Covid-19 tingkat Jakarta Selatan, Selasa, 21 Juli 2020.

    Menurut Marullah, penggunaan wadah ramah lingkungan ini untuk mendukung larangan penggunaan kantong plastik sebagai mana diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019 yang diterapkan per 1 Juli 2020.

    Ia menyarankan agar panitia kurban menggunakan wadah ramah lingkungan berupa bongsang atau besek.

    "Kami mulai tahun lalu biasa gunakan bongsang, tapi ada yang gunakan besek. Kalau pakai bongsang tidak perlu pengikat lagi," katanya.

    Dengan menggunakan bongsang, kata Marullah, panitia kurban cukup menambah menggunakan daun berukur lebar seperti daun jati sebagai pembungkus daging hewan kurban agar tidak tumpah saat dikemas.

    "Bongsang efektif sekali dan jarang, anyamannya, gampang untuk dibawa oleh mustahik penerima daging kurban," ujarnya.

    Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan segera menyosialisasikan penggunaan wadah ramah lingkungan kepada panitia kurban sebelum pelaksanaan Idul Adha pada 31 Juli 2020.

    "Saya memotivasi semua panitia kurban untuk gunakan wadah ramah lingkungan, bisa bongsangbesek atau wadah ramah lingkungan lain," kata Marullah.

    Dengan kebijakan ini, kata Marullah menambahkan, pelaksansan kurban bisa berjalan aman, lancar dan lingkungan terjaga. "Mudah-mudahan lingkungan kita terjaga dan daging kurban bisa terdistribusikan dengan baik," kata Marullah.

    Berdasarkan data Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kota Jakarta Selatan lokasi pemotongan hewan kurban tahun 2019 berada di 314 lokasi yang tersebar di 10 kecamatan.

    Adapun jumlah total hewan kurban yang disembelih sebanyak 8.238 ekor, terdiri atas, kambing 5.611 ekor, sapi 1.926 ekor, domba 314 ekor dan kerbau 48 ekor.

    Sementara itu, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di masa pandemi Covid-19 ini hanya bisa lakukan di daerah yang sudah berstatus zona hijau atau bebas Covid-19. Untuk wilayah yang berstatus zona merah, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban bisa dialihkan ke wilayah yang aman dari Covid-19.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.