8 Orang Pengunjung CFD Bekasi Reaktif Hasil Rapid Test

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rapid test. ANTARA

    Ilustrasi rapid test. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat menemukan sebanyak delapan pengunjung car free day (CFD) di Jalan Ahmad Yani pada Ahad lalu dinyatakan reaktif hasil tes menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT).

    "Kami kemarin (ketika CFD) memeriksa 118 (pengunjung)," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Sukrawati, Rabu, 22 Juli 2020.

    Ratusan pengunjung CFD itu bersedia mengikuti tes gratis yang disediakan oleh pemerintah daerah. Adapun hasil pemeriksaan sebanyak delapan orang dinyatakan reaktif. Oleh karena itu, pemeriksaan dilanjutkan menggunakan PCR (polymerase chain reaction) atau swab tes. "(Hasil swab) Mudah-mudahan hari ini bisa keluar," katanya.

    Menurut Dezy, delapan orang yang dinyatakan reaktif tersebut sudah menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil tes swab keluar. "Harus dipahami rapid positif belum tentu positif (swab/PCR). Yang menentukan positif apa gak ada di swab," ucap dia.

    Ia kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan ketika berada di ruang publik. "Tingkat kepatuhan pada protokol yang membuat tidak saling membahayakan satu sama lain," kata Dezy.

    Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku tidak akan menghentikan pelaksanaan kegiatan CFD setiap hari Ahad di Jalan Ahmad Yani meskipun jumlah pengunjung hampir mencapai angka normal. "Kalau ingin melakukan sesuatu dievaluasi kekurangannya, bukan ditutup," kata Rahmat Effendi.

    Rahmat menyebut jumlah pengunjung hari pertama CFD di tengah pandemi Covid-19 mencapai 30 ribu, lalu di pekan kedua pengunjung meningkat hingga 48 ribu, sementara pada Ahad lalu mencapai 40 ribu. Adapun jumlah pengunjung normal sebelum pandemi di atas 50 ribu orang.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.