Penganiayaan Anak di Duren Sawit, Ayah Terancam 5 Tahun Penjara

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan pada anak. shutterstock.com

    Ilustrasi kekerasan pada anak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap seorang pria berinisial AM, 40, yang diduga melakukan penganiayaan anak di Duren Sawit.  Kasus penganiayaan anak itu sempat viral di Instagram karena dilakukan terhadap anak kandungnya sendiri, SPP, 12 di rumahnya RT03/RW04 Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit.

    "Tadi malam viral, kita dapat informasi pukul 23.30 dan kita langsung amankan pelaku supaya tidak berulang. Sekarang kita proses aksi kekerasan ini," kata Kapolrestro Jaktim Kombes Pol Arie Ardian di Jakarta, Kamis 23 Juli 2020.

    Arie mengungkapkan kejadian itu berawal saat ibu tiri SPP menyuruhnya menjemur pakaian di depan rumah. Namun karena jemuran sudah penuh dengan pakaian, tante korban menyarankan agar SPP menggunakan gantungan pakaian.

    Inisiatif itu rupanya memicu kemarahan dari ibu tiri korban hingga terdengar oleh AM. "Karena tidak sesuai perintah ibu tirinya, lalu dimarahi. Ayahnya mendengar dan emosi," kata Arie.

    Korban kemudian mengalami tindakan kekerasan secara fisik seperti dijambak, lalu diseret sepanjang tujuh meter. AM juga melakukan pemukulan menggunakan sendal dan tangan kosong.

    "Korban lebam di bagian wajah. Sekarang korban sedang divisum," ujarnya.

    Saat ini korban penganiayaan anak oleh ayah kandungnya itu telah dibawa ke rumah sakit untuk proses visum atas luka yang diderita. "AM kita kenakan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman di atas lima tahun penjara," kata Arie.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.