Anies Baswedan: Anak-anak Lebih Berisiko Terpapar Covid-19

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu berbicara dengan anak. Pixabay.com/Mohamed Hassan

    Ilustrasi ibu berbicara dengan anak. Pixabay.com/Mohamed Hassan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta para orang tua di Jakarta sadar bahwa anak-anak lebih berisiko terpapar Covid-19. Ia berharap para orang tua tidak membawa anak-anak untuk berkegiatan jauh dari tempat tinggalnya.

    "Jadilah orang tua yang bertanggung jawab, yang sadar bahwa anak-anak punya risiko. Karena itu kalau bawa anak-anak di lingkungan sekitar rumah saja, yang dekat dari rumah, di kampungnya, di kompleknya," kata Anies di Jakarta, Ahad, 26 Juli 2020.

    Hal tersebut dikatakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, menyusul masih tingginya antusiasme warga Jakarta untuk menghabiskan Minggu pagi di ruas Jalan Sudirman-Thamrin meski kini sudah tidak lagi digelar Car Free Day atau CFD.

    "CFD diselenggarakan di Jakarta, ada 30 lokasi disebar. Di Sudirman-Thamrin meski masih ada, tapi volumenya sudah sedikit. Yang penting kita pegang protokol kesehatan harus dijalankan," ucap Anies.

    Kawasan Sudirman-Thamrin, kini ditetapkan tidak melaksanakan CFD, namun masih tetap dibuatkan jalur sepeda khusus untuk warga beraktivitas. Dan dari pantauan, masih banyak masyarakat yang beraktivitas dan PKL yang berjualan di lokasi tersebut.

    Mengetahui hal tersebut, Anies mengimbau agar masyarakat melakukan kegiatan olahraga di daerah terbuka yang ada aliran udaranya dan memakai masker saat berolahraga.

    "Kalau di Bundaran HI ramai, masyarakat memiliki hak untuk memilih, namun jika dilihat sebelum dipecah dan setelah dipecah jadi 30 lokasi perbedaan volumenya jauh sekali. Yang penting bergerak, bermasker, ini akan jauh lebih aman," ucap Anies menambahkan.

    Sebelumnya, CFD diputuskan untuk disebar ke 32 titik di lima wilayah kota sejak Ahad, 28 Juni 2020. Sebelumnya pada 21 Juni 2020 CFD di kawasan Jalan Sudirman hingga Thamrin menjadi viral karena membeludaknya pengunjung, padahal situasi Jakarta masih dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    Menyusul kebijakan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) disebar ke 32 titik di lima wilayah kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan masih menemukan pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh masyarakat.

    Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Widyastuti yang menyebut masih ada masyarakat yang tak mematuhi protokol kesehatan dalam kegiatan CFD tersebut seperti tidak memakai masker, bahkan ada yang membawa anak di bawah umur (balita).

    "Masih disayangkan karena masih ditemukan pelanggaran berupa tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, dan membawa balita," kata Widyastuti dalam rekaman Pemprov DKI Jakarta, Senin, 29 Juni 2020.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.