Petugas Kurban di 96 Masjid Kemayoran Diminta Ikut Tes Covid-19 Dulu

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak melihat hewan kurban yang dijual di kawasan Kramat Sentiong, Jakarta, Ahad, 19 Juli 2020.  Selain itu penjual hewan kurban juga harus dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) minimal berupa masker, lengan panjang, dan sarung tangan sekali pakai selama di tempat penjualan. TEMPO/Subekti

    Anak-anak melihat hewan kurban yang dijual di kawasan Kramat Sentiong, Jakarta, Ahad, 19 Juli 2020. Selain itu penjual hewan kurban juga harus dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) minimal berupa masker, lengan panjang, dan sarung tangan sekali pakai selama di tempat penjualan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas penyembelihan hewan kurban di 96 masjid Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, diimbau mengikuti tes Covid-19 di Puskesmas setempat.

    Camat Kemayoran Asep Mulyaman mengatakan rapid test dan swab test itu untuk memastikan petugas kurban tidak terjangkit oleh virus itu sehingga warga merasa lebih aman ketika dilayani pada Idul Adha 1441H nanti.

    "Kita imbau panitia kurban dalam melaksanakan tugasnya harus dalam kondisi sehat, kemudian kami siap membantu untuk pemeriksaan kesehatan lewat Puskesmas. Kami siap melayani panitia kurban untuk melakukan pengetesan Covid-19," kata Asep Mulyaman, saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa 28 Juli 2020.

    Asep telah melakukan sosialisasi kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di tingkat kecamatan agar mengimbau petugas penyembelihan hewan kurban mengikuti tes Covid-19.

    ADVERTISEMENT

    "Nanti usulan dari mereka (DMI dan MUI tingkat kecamatan), dari masjid-masjid kita tampung. Nanti baru kita jadwalkan pemeriksaannya," kata Asep. "Kita mendata saja, tidak diwajibkan. Jadi kita imbau saja, agar dalam rangka Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban lebih aman."

    Untuk pelaksanaan Idul Adha 1441H di tingkat kota Jakarta Pusat tidak ada imbauan atau kewajiban untuk panitia kurban melakukan tes COVID-19. 

    "Kita harapkan masyarakat tidak berkumpul untuk menonton proses kurban di masjid. Cukup panitia kurban saja yang ada di masjid melangsungkan proses kurban,"ujar Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Pemerintah Kota Jakarta Pusat M. Fahmi saat dikonfirmasi secara terpisah.

    Namun protokol kesehatan tetap diterapkan, hanya panitia penyembelihan hewan kurban yang diperbolehkan berada di masjid selama proses kurban. Masjid juga diwajibkan untuk menyediakan lubang khusus untuk pembuangan darah hewan kurban. Selain di masjid, pemotongan hewan kurban di tengah pandemi Covid-19 diminta dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH).


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.