DKI Cemaskan Penularan Corona Saat Idul Adha Melonjak Dibandingkan Idul Fitri

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja saat memberikan air minum untuk hewan qurban di RPH Dharma Jaya, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020. Hari Raya Kurban atau Idul Adha dirayakan pada akhir Juli 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pekerja saat memberikan air minum untuk hewan qurban di RPH Dharma Jaya, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020. Hari Raya Kurban atau Idul Adha dirayakan pada akhir Juli 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual DKI Jakarta Hendra Hidayat khawatir potensi penularan virus Corona lebih tinggi pada Hari Raya Idul Adha, ketimbang Idul Fitri.

    Musababnya, sebagian besar warga masih mempunyai kebiasaan menyaksikan penyembelihan hewan kurban usai melaksanakan salat Idul Adha.

    "Salat Idul Adha berjamaah rentan penularan Corona atau Covid-19, dan saat penyembelihan hingga pendistribusiannya juga rawan," kata Hendra saat dihubungi, Rabu, 28 Juli 2020. "Kalau Idul Fitri kan cuma salam-salaman sama keluarga saja."

    Hendra menuturkan pemerintah telah menyusun sejumlah protokol kesehatan saat penyembelihan hewan kurban.

    Salah satu protokolnya adalah penyembelihan hanya boleh dilakukan dan disaksikan panitia kurban dengan tetap menggunakan masker, jaga jarak dan sering mencuci tangan.

    Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak datang ke lokasi penyembelihan hewan kurban maupun menunggu pembagian daging kurban. "Yang kami khawatirkan masih ada masyarakat yang nanti menunggu pembagian hewan kurban. Ini sangat rentan."

    Selama pandemi ini, kata dia, warga juga dianjurkan tidak menggelar salat Idul Adha berjamaah di masjid. Warga diminta melaksanakan salat Idul Adha berjamaah bersama keluarga di rumah.

    "Karena fatwa MUI masih berlaku seperti pada pelaksanaan salat Idul Fitri. Fatwa itu mengajurkan salat berjamaah dilakukan di rumah dengan alasan kesehatan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Vaksin Sputnik V Buatan Rusia untuk Hadapi Wabah Virus Corona

    Vladimir Putin umumkan penakluk wabah virus corona berupa Vaksin Sputnik V. Penangkal Covid-19 itu memicu kritik karena prosesnya dianggap sembrono.