Masjid Cut Meutia Larang Warga Tonton Proses Penyembelihan Hewan Kurban

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak lima ekor sapi jenis Limosin diterima dan akan dikurbankan di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, dalam Hari Raya Idul Adha 1440 H, Minggu 11 Agustus 2019. Di antara dua penyumbang sapi Limosin itu adalah dua keluarga mantan Presiden RI yang memang bermukim di kawasan Menteng. Tempo/MUH HALWI

    Sebanyak lima ekor sapi jenis Limosin diterima dan akan dikurbankan di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, dalam Hari Raya Idul Adha 1440 H, Minggu 11 Agustus 2019. Di antara dua penyumbang sapi Limosin itu adalah dua keluarga mantan Presiden RI yang memang bermukim di kawasan Menteng. Tempo/MUH HALWI

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia pelaksana kurban Masjid Cut Meutia, Hendra memastikan warga untuk tidak hadir pada saat proses penyembelihan hewan kurban berlangsung di area masjid pada Idul Adha 1441H nanti.

    "Selama acara (pemotongan kurban) tidak dihadiri oleh masyarakat setempat yang biasanya suka nonton. Itu kita cegah, karena kita wajib tertib pada protokol yang sudah ada," ujar Hendra kepada wartawan di Jakarta, Rabu 29 Juli 2020.

    Larangan warga untuk hadir ke masjid selama pemotongan hewan itu sejalan dengan imbauan dari pemerintah baik di tingkat kota atau pun provinsi. Hanya panitia pelaksana saja yang boleh berada di kawasan masjid selama penyembelihan hewan kurban berlangsung.

    "Jadi untuk pelaksanaan pemotongannya itu kita tutup masjidnya. Hanya akan ada panitia dan tukang potong," kata Hendra.

    Nantinya tempat pemotongan dan pembungkusan daging kurban pun akan dibedakan sehingga dipastikan daging yang dibagikan higienis.

    "Tempat pembungkusannya nanti ada lagi, di aula. Itu untuk mempermudah pendistribusiannya," kata Hendra.

    Hingga Rabu sore, sudah terkumpul 15 ekor sapi dan 40 ekor kambing di Masjid Cut Meutia dari berbagai kalangan untuk dikurbankan tahun ini.

    Pemerintah Kota Jakarta Pusat menyatakan larangan warga menyaksikan proses kurban secara langsung pada Idul Adha 1441H itu untuk menghindari kerumunan warga yang berpotensi terjadinya penularan Covid-19.

    "Perlu diingat, yang hadir dalam acara kurban hanya panitia. Tidak boleh ada orang-orang lain yang bukan panitia untuk berkerumun. Berkurban di masa saat ini (pandemi) cukup diamanahkan ke panitia," kata Sekretaris Pemerintah Kota Jakarta Pusat Iqbal dalam Rapat Pimpinan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa lalu.

    Panitia kurban harus tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran 3M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak. "Pisau jangan lupa dicuci setiap habis pemotongan," kata Iqbal.

    Untuk memastikan protokol dilaksanakan selama proses penyembelihan hewan kurban pada Hari Idul Adha, Iqbal meminta agar baik Lurah maupun Camat untuk terus mengingatkan warga dan panitia kurban terkait imbauan pelaksanaan kurban di tengah pandemi Covid-19 di Ibu Kota.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Megawati Bergelimang Gelar Doktor Honoris Causa walau Tak Tamat Kuliah

    Megawati akan menerima gelar kehormatan dari Universitas Pertahanan. Gelar itu akan melengkapi koleksi gelar Doktor Honoris Causa yang ia terima.