Idul Adha 1441H, Yayasan Pesantren Al Azhar Terima 956 Hewan Kurban

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemeriksaan hewan kurban. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi pemeriksaan hewan kurban. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Pesantren Al Azhar menerima 956 hewan kurban pada Idul Adha 1441H, Jumat 31 Juli 2020. Sebagian dari hewan kurban itu akan dipotong di Masjid Agung Al Azhar.

    "Pemotongan hewan kurban di masjid hanya 130 ekor, terdiri 14 sapi dan 116 kambing, sebagian hewan kurban lainnya disalurkan ke desa desa binaan Al Azhar," kata Ketua Masjid Agung Al Azhar Shabah Syamsi saat ditemui, di Jakarta, Jumat.

    Shabah bersyukur dapat merayakan Idul Adha di masa pandemi Covid-19 karena pemerintah baik pusat maupun provinsi tetap mendukung kegiatan berkurban.

    "Kami dari panitia juga bersyukur pemerintah tidak melarang dilakukan penyembelihan hewan kurban, jadi Masjid Al Azhar tetap bisa melaksanakan penyembelihan hewan hari ini," ujar Shabah.

    Dari total 956 hewan yang diterima Yayasan Pesantren Al Azhar, terdapat 73 ekor sapi dan 883 ekor kambing. Hewan kurban itu berasal dari berbagai unit usaha yang berada di bawah Yayasan Al Azhar.

    Sebagian hewan kurban akan disalurkan ke desa-desa binaan Yayasan Al Azhar. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Yayasan Al Azhar menerima paling banyak kurban yaitu sejumlah 44 ekor sapi dan 559 ekor kambing.

    Wilayah yang akan menerima bantuan hewan kurban dari Baznas Al Azhar tidak hanya desa binaan di Pulau Jawa namun juga desa di luar Pulau Jawa seperti di Sumatera Barat, Kepulauan Riau, NTT, serta NTB. "Pendistribusiannya kita punya cabang bekerja sama dengan kita sehingga penyaluran tidak ada masalah dari tahun ke tahun," ujar Shabah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rangkap Jabatan dan Konflik Kepentingan di BUMN

    Ombudsman RI mendapati ratusan komisaris badan usaha milik negara berposisi rangkap jabatan dan berpotensi terjadi konflik kepentingan.