Polisi Gagalkan Pengiriman Paket 75 Kilo Ganja Disamarkan Dodol, Modusnya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (tengah) beserta jajaran unit 4 subdit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menunjukkan barang bukti saat merilis kasus narkoba jaringan Jawa Sumatera di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, Selasa 24 Desember 2019. Konferensi pers tersebut mengungkap kasus narkoba jaringan Jawa-Sumatera. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (tengah) beserta jajaran unit 4 subdit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menunjukkan barang bukti saat merilis kasus narkoba jaringan Jawa Sumatera di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, Selasa 24 Desember 2019. Konferensi pers tersebut mengungkap kasus narkoba jaringan Jawa-Sumatera. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat menggagalkan pengiriman paket ganja seberat 75 kilogram asal Sumatera dengan tujuan beberapa daerah di Jawa dan Bali. Puluhan kilogram ganja tersebut dikirimkan pelaku menggunakan jasa ekspedisi dengan disamarkan sebagai dodol. 

    "Pada 15 Juli 2020, informasi dari tempat pengiriman ekspedisi di wilayah Jakarta Barat, soal 5 paket yang dicurigai berisi narkotika dan berasal dari Sumatera," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat dihubungi, Jumat, 31 Juli 2020. 

    Setelah diperiksa lebih lanjut oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, didapati paket ganja yang terbungkus lakban di bawah tumpukan dodol. Pengirim membagi paket tersebut dibagi menjadi 5 paket dengan 5 alamat yang berbeda. 

    Adapun 5 alamat tersebut, antara lain 8 kilogram ganja dikirim ke wilayah Kembangan, Jakarta Barat, 7 kilogram ganja dikirim ke wilayah Bekasi, 7 kilogram ganja dikirim ke wilayah Subang, Jawa Barat, 7 kilogram ganja dikirim ke wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, dan 46 kilogram ganja dikirim ke wilayah Bali. 

    Selanjutnya, tim Polres Jakarta Barat yang dibentuk oleh Kasat Narkoba Kompol Ronaldo Maradona melakukan pelacakan alamat pengiriman ganja tersebut. Hasilnya 7 orang pemesanan daun haram itu ditangkap. 

    Para pemesan ganja itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 UU Narkotika. Mereka terancam hukuman penjara 20 tahun dan denda hingga Rp 8 miliar. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Rp 28,5 Triliun untuk Gaji Ke-13 di Bulan Agustus 2020

    Pemerintah menyalurkan gaji ke-13 PNS pada Senin, 10 Agustus 2020. Ada sejumlah kelompok yang menerima gaji itu dari anggaran Rp 28,5 triliun.