Idul Adha, Al Azhar Bagikan Daging Kurban ke 75 Pos di Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan prosesi pemotongan hewan kurban di Masjid Raya Al-Azhar, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2020. Daging hewan kurban tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat dan kaum dhuafa. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas melakukan prosesi pemotongan hewan kurban di Masjid Raya Al-Azhar, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2020. Daging hewan kurban tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat dan kaum dhuafa. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, menyalurkan daging hasil penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, ke 75 pos tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

    "Tahun ini Masjid Agung Al Azhar menyalurkan daging kurban ke 75 pos di wilayah Jabodetabek. Angka ini disesuaikan dengan HUT ke-75 Republik Indonesia," kata Ketua Panitia Idul Adha Masjid Agung Al Azhar, Muhammad Zainul Arifin di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2020. 

    Ia mengatakan jumlah hewan kurban yang disembelih sebanyak 14 ekor sapi dan 117 ekor kambing.Menurutnya, penyaluran daging kurban ke 75 pos tersebut dalam rangka mencegah kerumuman warga ketika daging korban dibagikan.

    Pembagian daging kurban kepada masyarakat penerima diserahkan ke setiap pos. Pos tersebut terdiri atas yayasan, musala dan desa binaan Yayasan Pesantren Islam Al Azhar. "Tahun ini kita tidak membagikan daging kurban di lokasi ini (Masjid), semua didistribusikan langsung ke 75 pos tersebut," kata Arifin.

    Kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya yakni Masjid Agung Al Azhar langsung menyalurkan daging kurban di masjid.

    Namun, untuk mengikuti aturan pemerintah tentang tata cara penyembelihan hewan kurban di masa pandemi, Masjid Agung Al Azhar meniadakan pembagian di masjid. Masjid Agung Al Azhar juga menerapkan protokol kesehatan dalam proses penyembelihan dan pencacahan daging hewan kurban yang telah dipotong.

    Setiap petugas diwajibkan memakai masker, sarung tangan dan diukur suhu tubuhnya. Jumlah petugas juga dibatasi, yang biasanya 120 petugas kini menjadi 50 orang.

    "Memang untuk mencegah kerumunan, petugas penjagalan dan pencacah kita batasi jumlahnya, tugasnya jadi dua kali lipat," ujar Arifin.
    Tahun ini, Masjid Agung Al Azhar menerima total hewan kurban sebanyak 73 ekor sapi dan 833 ekor kambing.

    Sebagian hewan kurban disembelih di Masjid Agung Al Azhar sebagian saja yakni sebanyak 14 ekor sapi dan 117 ekor kambing. Sisanya disalurkan ke sejumlah daerah penerima kurban dari Al Azhar.

    Ketua Yayasan Pesantren Islam Al Azhar KH Shabah Syamsi menambahkan, penyembelihan hewan kurban juga dilakukan oleh Baznas Al Azhar yang disalurkan ke sejumlah provinsi. Yakni ke Jawa Barat: Purwakarta, Bandung, Cianjur, Bandung Barat, Bekasi, Bogor, Depok dan Sumedang.

    Selanjutnya Provinsi Jawa Tengah di wilayah Cilacap, Wonogiri, Klaten, Demak, Solo dan Grobogan. Lalu Yogyakarta di Kuloprogo dan di Jawa Timur disalurkan ke Kediri dan Lamongan. Untuk wilayah Sumatera, di Sumatera Barat, Kepulauan Riau dan Batam.

    Juga disalurkan ke Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi, NTB dan NTT. "Al Azhar punya cabang di daerah bekerja sama dengan kita. Hewan kurban disalurkan dalam bentuk uang, lalu hewannya dibeli di daerah masing-masing dan disembelih masing-masing," kata Kh Shabah.

    KH Shabah menambahkan pandemi Covid-19 ternyata tidak menyurutkan niat umat Islam untuk berkurban, terbukti dengan jumlah kurban tahun ini yang diterima Al Azhar sama dengan jumlah tahun lalu.

    "Patut kita syukuri, ternyata corona tidak mengurangi niat umat muslim berkurban, tadinya sempat khawatir kurban akan berkurang, tetapi hingga hari H ini justru bertambah, artinya semakin banyak masyarakat yang peduli," ujar KH Shabah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.