Ganjil Genap, Pemprov DKI Siapkan Bus Tambahan Antisipasi Lonjakan Penumpang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang berada dalam bus Transjakarta dengan penerapan pembatasan penumpang di halte Kalideres, Jakarta, 16 April 2020.  TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah penumpang berada dalam bus Transjakarta dengan penerapan pembatasan penumpang di halte Kalideres, Jakarta, 16 April 2020. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan bus tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang akibat penerapan sistem ganjil genap mulai Senin, 3 Agustus 2020.

    Kebijakan tersebut merupakan perluasan dari penyediaan bus sapu jagat untuk mengantisipasi kepadatan di halte Transjakarta.

    "Jadi tidak lagi bus sapu jagat yang disediakan, tapi seluruh armada yang ada dikerahkan untuk backup pelaksanaan kebijakan ganjil genap besok," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Jakarta, Minggu, 3 Agustus 2020.

    Namun, kapasitas moda transportasi TransJakarta saat ini dinilai masih melebihi kapasitas tampung angkutan selama jam normal maupun sibuk di tengah pemberlakuan PSBB transisi.

    Dishub  berkaca dari pelaksanaan Asian Games dua tahun lalu, di mana pihaknya menerapkan ganjil genap, terjadi peningkatan penumpang di Jakarta yaitu sekitar 11 persen. Oleh karenanya, pihaknya menambah jumlah bus TransJakarta di sepuluh koridor sebanyak 25 persen untuk mengangkut penumpang terdampak Ganjil Genap.

    "Bukan kapasitasnya, tapi 25 persen jumlah bus di setiap koridor yang bersinggungan dengan kebijakan ganjil genap. Jadi setelah kami petakan, ada sepuluh koridor yang langsung bersinggungan rutenya dengan luas jalan yang ada ganjil genap, maka 10 koridor tersebut seluruh armadanya kami tambah," kata Syafrin.

    Misalnya, pada bus TransJakarta koridor 1 yang banyak dikendarai di jam sibuk, dari 69 armada yang tersedia telah ditambah menjadi 76 armada bus.

    Syafrin mengingatkan kembali pekerja yang membawa kendaraan roda empat agar mematuhi aturan ganjil genap dan sebisa mungkin bekerja dari rumah jika nomor akhir plat kendaraan tidak sesuai dengan tanggal berkendara."Jangan melakukan mobilitas untuk kegiatan yang tidak penting, tetap tinggal di rumah sehingga kita dapat segera mengatasi dan mencegah wabah ini lebih cepat," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.