Anggota DPRD DKI Meninggal, PKS Minta Kader Tidak Melayat

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dani Anwar. wikipedia.org

    Dani Anwar. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) DKI Jakarta Sakhir Purnomo meminta kader tidak melayat ke rumah anggota Fraksi PKS DPRD DKI, Dany Anwar. Sakhir mengatakan ada beberapa pertimbangan yang tidak dijelaskannya secara rinci.

    "Dengan mempertimbangkan beberapa kondisi dan demi kemaslahatan bersama, mohon pengertian segenap kader untuk tidak takziyah ke rumah beliau," kata dia dalam surat kepada anggota PKS yang diterima Tempo, Senin, 3 Agustus 2020.

    Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta itu meninggal hari ini di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, Jakarta Pusat, pukul 09.00 WIB. Menurut Sakhir, jenazah Dany langsung diberangkatkan dari rumah sakit menuju pemakaman keluarga kawasan Sentul, Jawa Barat sekitar 13.00 WIB.

    Dalam suratnya, Sakhir mengajak kader PKS untuk mendoakan dan menggelar salat gaib. "Mohon keikhlasan segenap kader untuk mendoakan dan melakukan salat gaib."

    Ketua Bidang Humas PKS DKI Jakarta Zakaria Maulana Alif membantah kabar meninggalnya Dany karena Covid-19. Hasil tes swab koleganya itu belum keluar. Dany, lanjut dia, mengidap diabetes.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.