Soal Obat yang Diklaim Hadi Pranoto, Warga Pamijahan: Kecut, Rasanya Hambar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga sedang menjunjukan Herbal Antibody Covid-19 yang diklaim diproduksi oleh Hadi Pranoto di kediamannya di Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor, Ahad malam 2 Agustus 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

    Seorang warga sedang menjunjukan Herbal Antibody Covid-19 yang diklaim diproduksi oleh Hadi Pranoto di kediamannya di Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor, Ahad malam 2 Agustus 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, JakartaHadi Pranoto mengklaim telah menemukan antibodi Covid-19. Ia menyebut telah membuat ribuan botol obat itu dengan dana miliaran rupiah.

    Bahkan pria yang diwawancarai musikus Anji ini mengklaim telah mencoba obatnya untuk warga Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor.

    Warga Cibunian, Pamijahan sebelumnya menjalani rapid test massal. Hal ini dilakukan setelah seorang tokoh di sana, Surya Atmaja menggelar sunatan yang mengundang penyanyi Rhoma Irama.

    Buntutnya Bupati Bogor Ade Yasin ngamuk lantaran acara itu melanggar pembatasan sosial berskala besar atau PSBB yang ditetapkan di Bogor. Ade kemudian meminta para penonton di acara itu dites.

    Setelah dites, Dinas Kesehatan setempat menyatakan hasilnya tak ada yang reaktif.

    Hadi sesumbar bahwa hasil itu buah obat yang ia berikan kepada warga Cibunian secara gratis.

    "Itu kan bukti. Yang mana waktu semuanya takut tamu yang hadir ada yang kena Covid, tapi ternyata semua negatif," kata Hadi.

    Tempo menemui beberapa warga Cibunian yang sempat mencicipi obat yang disebut Hadi sebagai antibodi Covid-19.

    Fajri Ma'ruf, seorang warga setempat mengatakan dia tidak tahu akan khasiat obat. "Namun baunya kecut, rasanya hambar jika kita minum langsung," kata Fajri kepada Tempo di kediamannya, Kabupaten Bogor, Senin 3 Agustus 2020.

    Fajri mengatakan Hadi tidak menjelaskan asal usul atau komposisi yang terkandung dalam cairan berbotol tanpa merek yang berwarna coklat kekuningan itu. Fajri menyebut Hadi hanya memberi tahu bawa ramuan itu dibuat olehnya untuk ketahanan tubuh agar terjaga dari bahaya virus Corona Disease 2019 alias Covid-19. "Terus dia bilang diminumnya itu dua kali dalam sehari, pake air hangat dan campur madu. Itu aja sih yang saya tahu," kata Fajri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.