Buka Layanan Pengaduan Bansos Tahap II, Bulog: Sertakan Bukti Fisik

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukan dokumen pengiriman beras bantuan sosial Presiden yang disalurkan melalui Kementerian Sosial di wilayah RW 09, Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin, 18 Mei 2020. TEMPO/Nita Dian

    Petugas menunjukan dokumen pengiriman beras bantuan sosial Presiden yang disalurkan melalui Kementerian Sosial di wilayah RW 09, Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin, 18 Mei 2020. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta -Perum Bulog membuka layanan pengaduan untuk para penerima bantuan sosial atau bansos berupa beras tahap dua yang dipesan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bagi masyarakat terdampak pandemi virus corona jenis baru penyebab Covid-19 terkait kualitas beras yang dibagikan.

    "Kami ada hotline (layanan pengaduan) pelaporan, kalau ada beras yang tidak bagus warga bisa hubungi petugas kelurahan atau juga bisa ke kami untuk menginformasikan berasnya tidak sesuai di nomor 081398864936," kata Kepala Perum Bulog Kanwil Jabar Taufan Akib dalam pernyataan di Cibinong, Kamis, 6 Agustus 2020.

    Pada Rabu, 5 Agustus 2020, Taufan Akib hadir dalam peluncuran bansos beras tahap dua Pemkab Bogor di Kantor Kelurahan Ciriung, Cibinong. Menurut dia pada layanan pengaduan itu masyarakat bisa menghubungi nomor 081398864936.

    Ia mengatakan berdasarkan pengalaman pembagian bansos beras tahap satu di Kabupaten Bogor, terdapat laporan mengenai beras kualitas buruk dari Bulog. Namun, pihaknya menyayangkan laporan tersebut tidak disertai bukti fisik. "Hanya informasi aja, kita minta disertai buktinya, ada atau tidak," katanya.

    Meski begitu, ia mengaku akan memperketat pemeriksaan beras berjenis medium itu sebelum didistribusikan ke sebanyak 40 kecamatan di-Kabupaten Bogor.

    Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kualitas beras, seperti yang sempat menjadi kegaduhan pada pendistribusian beras bansos tahap pertama.

    Ia menyarankan agar masyarakat mengembalikan beras berkualitas buruk ke pihak kelurahan atau desa, untuk ditukar dengan beras kualitas baik."Tadi kita uji tanak, matangnya sudah layak konsumsi. Kalau nanti ada beras berkutu dan jelek tolong kembalikan ke lurah atau kepala desa," katanya.

    Pemkab Bogor mulai membagikan bansos berupa beras tahap dua seberat 6.000 ton untuk 200.000 keluarga terdampak pandemi Covid-19. Menurutnya, pendistribusian beras jenis medium yang dibeli dari Perum Bulog seharga Rp 10.543 per kilogram itu akan melibatkan anggota TNI-Polri, sama halnya dengan pendistribusian tahap pertama yang dilakukan sejak 29 April 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.