Operasi Patuh Jaya 2020 Jaring 99.835 Pelanggar Selama Dua Pekan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian menindak pengendara motor yang memasuki jalur khusus Transjakarta saat Operasi Patuh Jaya di kawasan Pasar Rumput, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2020.  Operasi Patuh Jaya tersebut tidak menggunakan sistem razia di tempat untuk menghindari kerumunan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas kepolisian menindak pengendara motor yang memasuki jalur khusus Transjakarta saat Operasi Patuh Jaya di kawasan Pasar Rumput, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2020. Operasi Patuh Jaya tersebut tidak menggunakan sistem razia di tempat untuk menghindari kerumunan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat telah menindak 99.835 pelanggar atau pengendara kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, selama Operasi Patuh Jaya 2020 selama dua pekan.

    "Data penindakan selama Operasi Patuh Jaya 2020 selama 14 hari sebanyak 99.835 pengendara ditindak dengan tilang dan teguran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2020.

    Yusri menjelaskan dari 99.835 pengendara yang ditindak, 34.152 pelanggar dikenai sanksi berupa diberi bukti pelanggaran (tilang) sedangkan 65.683 lainnya hanya diberikan teguran.

    Kendaraan roda dua menjadi pelanggar terbanyak dengan 27.081 pelanggar, disusul oleh mobil pribadi sebanyak 5.706 pelanggar, mobil barang sebanyak 1.102 pelanggar dan bus sebanyak 225 pelanggar.

    Jenis pelanggaran terbanyak oleh kendaraan roda dua adalah melawan arus lalu lintas sebanyak 9.519 perkara, tidak menggunakan helm SNI sebanyak 7.055 perkara dan melanggar garis berhenti (stop line) sebanyak 2.936 perkara.

    Sedangkan pelanggaran terbanyak oleh kendaraan roda empat adalah melanggar marka jalan sebanyak 1.744 perkara, melanggar stop line sebanyak 1.049 perkara, melawan arus sebanyak 380 perkara dan menggunakan rotator atau strobo yang tidak sesuai peruntukkan sebanyak 107 perkara.

    Dalam operasi tersebut petugas juga menyita 18.912 SIM, 15.198 STNK dan mengamankan 41 unit kendaraan sebagai barang bukti.

    Operasi Patuh Jaya merupakan agenda rutin ada lima jenis pelanggaran yang menjadi sasaran utama dalam Operasi Patuh Jaya 2020 yakni:

    1. Melawan arus lalu lintas.
    2. Melanggar marka garis stop (stop line)
    3. Penumpang dan pengemudi tidak menggunakan helm SNI.
    4. Melintas di bahu jalan tol.
    5. Menggunakan rotator dan sirine tidak sesuai ketentuan.

    Operasi Patuh Jaya merupakan agenda rutin Kepolisian Lalu Lintas yang digelar selama 14 hari sejak 23 Juli hingga 5 Agustus 2020.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 4 Tips Aman Dalam Lift saat Pandemi Covid-19

    Lift sangat membantu aktifitas sehari-hari di kantor. Namun di tengah pandemi Covid-19, penggunaan lift harus lebih diperhatikan.