Ekonomi Jakarta Anjlok, Anies Disarankan Fokus Tangani Wabah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar udara arus lalulintas kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin 3 Agustus 2020. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tidak akan menerapkan sanksi tilang pada tiga hari pertama penerapan kembali sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap di 25 ruas jalan. TEMPO/Subekti.

    Gambar udara arus lalulintas kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin 3 Agustus 2020. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tidak akan menerapkan sanksi tilang pada tiga hari pertama penerapan kembali sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap di 25 ruas jalan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, JakartaEkonomi Jakarta anjlok selama pandemi Covid-19. Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2020 (year on year) anjlok alias kontraksi minus 8,22 persen.

    Meski demikian Ekonom dari Institute for Development of Economics (Indef) Bhima Yudistira menyarankan Pemprov DKI berfokus pada penanggulangan wabah virus corona untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

    Menurut Bhima, pemulihan ekonomi bakal sulit dilakukan sebelum wabah bisa dikendalikan.

    Sebabnya, masyarakat tidak akan merasa aman saat ingin berbelanja atau melakukan aktivitas ekonomi saat ancaman Covid-19 masih ada. "Jadi tidak ada pemulihan ekonomi, tanpa adanya penanganan wabah ini dengan serius," kata Bhima saat dihubungi, Jumat, 7 Agustus 2020.

    BPS DKI Jakarta menyatakan kondisi ekonomi Ibu Kota ini merupakan yang terendah selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir.

    "Meskipun tidak sedalam saat krisis ekonomi tahun 1998," tulis Berita Resmi Statistik dari Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2020.

    Menurut Bhima, anjloknya ekonomi DKI menjadi indikator gejolak ekonomi nasional. Sebabnya, DKI menjadi pusat bisnis dan keuangan negara. "Kalau DKI anjlok cukup dalam di kuartal kedua maka ini sinyal yang kurang bagus (untuk nasional)," kata dia.

    Langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk menghadapi guncangan ekonomi ini adalah menanggulangi masalah kesehatan imbas pandemi dengan cepat. Pemerintah, kata dia, harus lebih dulu menanggulangi Covid-19.

    Bhima menyarankan pemerintah daerah dan pusat bekerja sama dengan baik dalam menanggulangi wabah ini. Selain itu, pemerintah daerah, kata dia, bisa mempercepat mengeluarkan stimulus untuk insentif tenaga medis. "Karena sebagian stimulus kesehatan terutama insentif untuk tenaga medis dipegang pemerintah daerah."

    Untuk mempercepat pemulihan ekonomi, pemerintah juga bisa mempercepat penetrasian belanja daerah. Pemerintah juga bisa bekerja sama dengan swasta dalam menggunakan dana tanggung jawab sosial (CSR) untuk memperbesar bantuan sosial kepada masyarakat miskin dan rentan miskin. "Jadi bansos bisa dipercepat dengan pengelolaan CSR," ucapnya.

    Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan keyakinannya ekonomi Jakarta bakal pulih. "Sejak awal memang diperkirakan ekonomi Jakarta akan turun lebih dalam daripada nasional di saat krisis," ujar Anies, Rabu, 5 Agustus 2020.

    "Namun juga diperkirakan bahwa saat wabah terkendali maka ekonomi Jakarta termasuk yang akan rebound paling cepat, insyaAllah," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 4 Tips Aman Dalam Lift saat Pandemi Covid-19

    Lift sangat membantu aktifitas sehari-hari di kantor. Namun di tengah pandemi Covid-19, penggunaan lift harus lebih diperhatikan.