Rekor Baru Covid-19 di Jakarta, Hari Ini Bertambah 658 Kasus

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa suhu tubuh warga sebelum menyantap hidangan makan gratis di kawasan Cipinang, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Aksi solidaritas makan gratis dari sumbangan donatur itu diperuntukan bagi masyarakat umum selama masa pandemi Covid-19, makan gratis tersebut berlangsung setiap Senin hingga Jumat pada pukul 12.00 WIB hingga 14.00 WIB, dengan menyediakan 70 hingga 100 porsi makanan setiap harinya dan tetap menerapkan protokol kesehatan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas memeriksa suhu tubuh warga sebelum menyantap hidangan makan gratis di kawasan Cipinang, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Aksi solidaritas makan gratis dari sumbangan donatur itu diperuntukan bagi masyarakat umum selama masa pandemi Covid-19, makan gratis tersebut berlangsung setiap Senin hingga Jumat pada pukul 12.00 WIB hingga 14.00 WIB, dengan menyediakan 70 hingga 100 porsi makanan setiap harinya dan tetap menerapkan protokol kesehatan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengumumkan kasus positif Covid-19 kembali mencatat rekor tertinggi sejak awal pandemi pada Maret lalu, dengan 658 kasus baru hari ini. 

    Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Weningtyas Purnomorini mengatakan, capaian ini merupakan rekor baru. Kemarin, Kamis 6 Agustus, pertambahan kasus positif Covid-19 mencapai 597 kasus.

    Dengan 658 kasus baru tersebut, total kasus positif Covid-19 di Jakarta hingga Jumat ini mencapai  24.521 kasus.

    Adapun penambahan kasus positif Covid-19 selama sepekan ini di Jakarta yakni pada Rabu 5 Agustus ada penambahan 357 kasus, Selasa 466 kasus dan Senin 489 kasus.

    Menurut Weningtyas, 658 kasus baru itu adalah dari hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pada 7.069 spesimen.

    "6.061 di antaranya untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 658 positif dan 5.403 negatif. Dari 658 kasus positif tersebut, 98 adalah akumulasi data dari hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Untuk jumlah tes PCR total per satu juta penduduk sebanyak 41.914. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 43.330," katanya.

    Weningtyas menyebut kondisi wabah di sebuah daerah hanya bisa diketahui melalui testing. Strategi tes-lacak-isolasi sangat penting dilakukan dalam penanganan wabah.

    "Jumlah tes yang tidak memenuhi standar WHO berakibat makin banyak kasus positif yang tidak terlacak. Sehingga, semakin banyak pula yang tidak diisolasi, dan semakin meningkatkan potensi penularan COVID-19. Jakarta telah memenuhi standar itu, bahkan melebihinya," ujar Weningtyas.

    Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menyatakan sampai dengan 6 Agustus 2020 sudah ada 589.654 sampel yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak Covid-19 di lima wilayah DKI Jakarta.

    Weningtyas menjelaskan jumlah kasus aktif yang terpapar penyakit pneumonia akibat Covid-19 itu di Jakarta saat ini, sebanyak 8.398 orang yang masih dirawat/isolasi.

    Jumlah kasus konfirmasi Covid-19 secara total di Jakarta pada Jumat ini sebanyak 24.521 kasus, ada 15.201 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 922 orang meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.