Situasi Jakarta Bahaya, Wagub DKI: Gugus Tugas RW Harus Tambah Kinerja

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berbincang dengan Direktur Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin usai mengecek penerapan protokol kesehatan di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (20/6/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berbincang dengan Direktur Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin usai mengecek penerapan protokol kesehatan di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (20/6/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengharapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat RW terus menaikkan kinerja untuk menekan penularan virus. Menurut dia, situasi di masa PSBB transisi fase I masuk dalam kategori bahaya.

    "Jakarta masih dalam situasi berbahaya karena tingginya positivity rate melebihi batas aman WHO," kata Wagub DKI Ahmad Riza Patria dalam keterangan tertulisnya, Jumat malam, 7 Agustus 2020.

    Riza menyatakan gugus tugas masing-masing RW harus berani memutus penyebaran virus corona. Salah satu caranya dengan menegakkan protokol kesehatan di RW zona merah yang masuk wilayah pengendalian ketat.

    Politikus Partai Gerindra ini mengingatkan ihwal masalah sosial dan keamanan yang mungkin saja muncul imbas dari persoalan ekonomi serta kesehatan. Menurut dia, antisipasi dan deteksi dini masalah sosial perlu dilakukan.

    "Kami tidak ingin terjadi adalah masalah keamanan. Masalah ini akan terganggu apabila masalah sosial semakin meningkat," ucap dia.

    Kasus positif corona di Ibu Kota terus bertambah saat PSBB transisi fase 1. Penambahan ini seiring dengan persentase kasus positif Covid-19 yang juga naik.

    Sepekan ini positivity rate 7,8 persen atau naik dari rata-rata positivity rate pada pekan lalu yaitu 7,1 persen. Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti menyebut positivity rate Jakarta sepekan terakhir tersebut berada di atas standar WHO sebesar 5 persen. Namun, kata dia, secara akumulatif dari awal pandemi pada Maret 2020 lalu hingga saat ini positivity rate Covid-19 di Jakarta 5,5 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.