Terpopuler Metro: Anji Terkejut, Pasokan Air Terganggu dan Soal Ganjil Genap

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anji. Instagram/@duniamanji

    Anji. Instagram/@duniamanji

    TEMPO.CO, Jakarta -Klarifikasi musisi sekaligus YouTuber Erdian Aji Prihartanto alias Anji atas kegaduhan terkait wawancaranya dengan Hadi Pranoto soal cairan herbal menjadi satu dari tiga terpopuler berita di rubrik Metropolitan, Jumat, 7 Agustus 2020.

    Anji menyampaikan permintaan maaf lewat video yang diunggah di YouTube Dunia Manji. Dua terpopuler lainnya adalah soal terhentinya pasokan air di sejumlah wilayah di Jakarta Barat dan ganjil genap Jakarta.

    1. Anji: Saya Terkejut Saat Dapat Informasi Pernyataan Hadi Pranoto Tak Valid
    Musisi sekaligus YouTuber Erdian Aji Prihartanto alias Anji meminta maaf atas kegaduhan di tengah masyarakat akibat video wawancaranya bersama Hadi Pranoto, sosok yang mengklaim telah menemukan cairan herbal sebagai obat Covid-19.

    Permintaan maaf itu ia sampaikan dalam video yang diunggah di akun YouTubenya, Dunia Manji.

    Dalam video tersebut Anji menceritakan bagaimana dirinya bertemu dan mewawancarai Hadi Pranoto. Anji menjelaskan, pada 29 Juli 2020 ia tengah berada di Kepulauan Tegal Mas, Lampung, untuk melihat lahan miliknya. Pada waktu yang sama, ia mengikuti acara yang juga dihadiri oleh Hadi pranoto. Anji mengatakan belum mengenal pria itu sebelumnya.

    Menurut Anji, setelah makan siang ia melihat Hadi diwawancara oleh beberapa media yang langsung terbit hari itu juga. Dari sana lah, Anji mengetahui kalau Hadi biasa dipanggil dengan sebutan ‘Prof’.

    “Hasil wawancara itu terbit pada hari itu juga dan di sana disebutkan bapak Hadi Pranoto dengan sebutan Prof. Selain itu semua orang yang ada di sana juga menyebut Bapak Hadi Pranoto dengan sebutan Prof,” ucap Anji dalam video yang diunggah Rabu, 5 Agustus 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.