Mengatur Siasat Cegah Penularan Covid-19 di Klaster Perkantoran

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga tampak mengenakan masker saat melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO), di tengah masa pandemi di kawasan perkantoran SCBD di Jakarta, Senin, 27 Juli 2020.  Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan perkantoran kini menjadi salah satu klaster penyumbang kasus Covid-19 di Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman w

    Warga tampak mengenakan masker saat melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO), di tengah masa pandemi di kawasan perkantoran SCBD di Jakarta, Senin, 27 Juli 2020. Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan perkantoran kini menjadi salah satu klaster penyumbang kasus Covid-19 di Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman w

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga lembar masker menjadi alat perlindungan yang wajib dibawa Unang Rustanto, saat bekerja. Sudah hampir sebulan Kepala Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Jakarta Utara itu, selalu membawa masker tambahan saat beraktivitas di tengah pagebluk virus corona.

    "Tidak cukup cuma bawa dua masker karena saya bertugas di bagian pelayanan yang bersentuhan dengan masyarakat. Jadi harus sering diganti," kata Unang saat dihubungi, Kamis, 6 Agustus 2020. "

    Tiga masker yang dibawanya bakal digunakan secara bergantian setiap tiga jam. Dengan rutin mengganti masker ia berharap bisa mencegah penularan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, yang pernah bersarang di tubuhnya. Selain Unang, 22 pegawai lainnya di Sudin KPKP Jakarta Utara juga terpapar virus yang pertama terdeteksi terjadi di Wuhan, Cina ini.

    Puluhan pegawai diketahui terinfeksi Covid-19, setelah menjalani tes swab pada 13 Juli 2020 lalu. Tes seka dilakukan karena seorang pegawai pelayanan mengalami gejala Covid-19. Pegawai tersebut terserang flu dan demam. Unang pun meminta pegawai itu tes usap. Hasilnya pegawai tersebut terkonfirmasi positif.

    "Setelah ada yang positif itu seluruh pegawai wajib ikut tes swab dan ditemukan lagi 22 pegawai lagi yang terinfeksi," kata Unang. "Sebagian besar yang terinfeksi tanpa gejala. Dan semua sudah sembuh sejak Senin pekan lalu.

    Atas temuan itu, pemerintah pun menyatakan Sudin KPKP telah menjadi klaster penularan Covid-19 di perkantoran. Pemerintah menutup kantor tempat Unang bekerja selama tiga hari, yakni pada 21-23 Juli. Selama ditutup petugas rutin melakukan menyemprotan disinfektan.

    Pria berusia 52 tahun ini mengatakan sterilisasi ruangan hingga hari ini terus dilakukan. Sebab, Unang tidak ingin virus itu menerobos Sudin KPKP Jakarta Utara, lagi. Ia pun menerapkan protokol ekstra di kantornya. Sebabnya, menurut dia, protokol standar memeriksa suhu, menjaga jarak, menggunakan masker, dan rutin mencuci tangan saja belum cukup mencegah penularan virus.

    Unang pun menginstruksikan setiap pegawai yang mau masuk kantor membuka sepatu atau sandal mereka. Unang menginstruksikan pegawainya memakai alas kaki yang disimpan di kantor. "Setelah itu mereka wajib mandi kalau dari luar. Jadi harus bawa baju ganti," kata Unang, lalu menambahkan "masker juga harus ganti karena setiap pegawai wajib bawa tiga masker. Di kantor juga tidak boleh buka masker."

    Hingga hari ini, Unang belum mengetahui bagaimana virus itu menulari banyak pegawainya. Pegawai KPKP, menurut dia, memang rentan tertular karena berhubungan langsung dengan banyak masyarakat. "Karena kami bagian pelayanan dan banyak di lapangan. Kami juga hampir setiap hari bertemu dengan orang," ujarnya. "Sekarang kami meminimalisir bertemu dengan orang. Kalau masih bisa online, yang lewat online saja berhubungannya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.