Pelanggaran Protokol pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Tebet Diklaim Turun

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga tampak melepaskan masker saat berolahraga di area Car Free Day Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Ahad, 26 Juli 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Warga tampak melepaskan masker saat berolahraga di area Car Free Day Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Ahad, 26 Juli 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak 28 Juni 2020 lalu, sepanjang Jalan Tebet Barat Dalam Raya, Jakarta Selatan, mulai dari samping kantor Kecamatan Tebet hingga pertigaan Pasar Tebet Barat, menjadi lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Kasie Ekbang Kecamatan Tebet, Andy Nurcahya, mengatakan setiap pekan tren pelanggaran protokol kesehatan di area bebas kendaraan bermotor menurun.

    Selain petugas yang terus mengingatkan kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan semakin meningkat. Meski begitu, ia belum dapat menyebutkan secara rinci berapa besar penurunannya. “Berkurang. (Datanya) Ada tapi saya sedang tidak pegang,” ujar Andy lewat pesan teks pada Ahad, 9 Agustus 2020. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Tebet Komarudin mengatakan hal serupa.

    Dari pantauan Tempo, setidaknya ada 25 personel Satpol PP dan 26 personel Dinas Perhubungan yang berjaga di sepanjang Jalan Tebet Barat Dalam Raya. Mereka menjaga 12 akses masuk ke Jalan Tebet Barat Dalam Raya yang ditutup selama waktu bebas kendaraan bermotor, yaitu pukul 06.00-09.00 WIB.

    Tempo tiga kali mendatangi area bebas kendaraan bermotor Tebet Barat Dalam Raya sejak 28 Juni lalu. Pesepeda mendominasi area bebas kendaraan bermotor, sedangkan pada pekan sebelumnya masih terlihat pejalan kaki. Kerumunan warga yang beristirahat di pinggir jalan tak terlihat hari ini.

    Salah seorang pengguna jalan, Anita, mengatakan baru pertama kali menikmati hari bebas kendaraan bermotor di sepanjang Jalan Tebet Barat Dalam Raya. Meski begitu, ia mempersiapkan alat perlindungan diri yang dianjurkan dalam protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran Covid-19. “Saya pakai face shield, masker, dan sarung tangan.”

    Pemerintah DKI Jakarta meniadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat. Sebagai gantinya digelar di 29 lokasi khusus yang telah ditetapkan. Meski begitu, hanya pengunjung yang bersepeda dan joging untuk mencegah orang berkerumun.

    Kebijakan itu menyusul terjadinya lonjakan jumlah warga yang menikmati Hari Bebas Kendaraan Bermotor pada Ahad lalu, 21 Juni 2020. Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo mengatakan setidaknya terdapat 40.155 warga yang datang saat itu.

    Dari jumlah itu sebanyak 21.342 orang berjalan kaki dan 18.183 pesepeda. Penghitungan dilakukan oleh petugas Dinas Perhubungan di 28 lokasi akses masuk ke Jalan Sudirman-Thamrin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.