Viral Kasus Pemerkosaan di Bintaro, Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perkosaan. prameyanews7.com

    Ilustrasi perkosaan. prameyanews7.com

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Muharram Wibisono mengatakan sudah mengantongi identitas terduga pelaku pemerkosaan yang dialami AF, perempuan yang tinggal di Bintaro, Tangerang Selatan pada 13 Agustus 2019. Pemerkosaan setahun lalu itu diceritakan AF dalam akun Instagramnya yang viral di media sosial.

    "Kami sudah dapat identitasnya, sedang dalam pengejaran," kata Muharram, Ahad, 9 Agustus 2020.

    AF bercerita, saat kejadian orang tuanya pergi bekerja. "Seseorang mencoba membangunkan ku dan aku melihat bayangan tinggi keluar dari kamarku. Aku ikuti orang ini ke ruang ganti dimana dia bersembunyi di pojok," kata AF di Instagramnya.

    Saat mengikuti ke ruang ganti, AF merasa belum pernah melihat pria itu seumur hidupnya. Sebelum ia sempat bereaksi, lelaki itu memukul kepalanya hingga ia terjatuh.

    "Dia memukuliku beberapa kali dengan benda yang aku yakini sepotong besi hingga kepalaku berdarah dan jatuh hampir pingsan dilantai, aku lihat dia memegang pisau dan aku memohon untuk tidak dibunuh, dia menyuruhku diam dan memperkosaku, aku bisa apa ga punya senjata, tidak ada self defense."

    Usai menyetubuhi AF, pelaku yang belakangan diketahui berinisial RI, pergi dan mengancam AF untuk tetap di dalam ruangan. AF sempat bersembunyi di dalam kamar mandi setelah RI pergi.

    "Aku lari keluar rumah, begitu tidak ada tanda-tanda orang dirumahku lagi dan cari bantuan ke tetangga, dihari yang sama aku langsung dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan ke polisi dan membuat laporan ke polisi." AF menampilkan perbincangan teksnya dengan lelaki yang disebutnya pelaku pemerkosaan itu di Instagram.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.