Alasan Hadi Pranoto Minta Ganti Rugi 150 triliun terhadap Muannas Alaidid

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi mencegah COVID-19, di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2020. Berdasarkan hasil penelitiannya,  ramuan dari bahan-bahan herbal alami Indonesia tersebut dipercaya mampu meningkatkan antibodi dalam mencegah penyebaran COVID-19 dan direncanakan akan diproduksi massal gratis. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Peneliti Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi mencegah COVID-19, di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2020. Berdasarkan hasil penelitiannya, ramuan dari bahan-bahan herbal alami Indonesia tersebut dipercaya mampu meningkatkan antibodi dalam mencegah penyebaran COVID-19 dan direncanakan akan diproduksi massal gratis. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, JakartaHadi Pranoto yang mengaku produsen herbal antibodi Covid-19 menggugat Muannas Alaidid, karena merasa dirugikan karena laporannya ke Polda Metro Jaya melanggar UU ITE pada 3 Agustus lalu itu. Dalam laporan itu, isi wawancara dalam video antara penyanyi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dengan Hadi Pranoto tentang cairan yang diklaim mampu menyembuhkan Covid-19 dijadikan alat bukti.

    Dalam berkas gugatan yang diterima Tempo dari pengacara Tonin Tachta, Ahad, 9 Agustus 2020, Hadi meminta pengadilan mengganti rugi Muannas Alaidid sebesar Rp 150 triliun. Menurut berkas gugatan itu, akibat laporan Muannas Alaidid itu, cairan herbal buatan Hadi Pranoto yang sudah diproduksi tidak bisa diedarkan lagi. “Tidak lagi dapat memenuhi orderan, tidak dapat melanjutkan kontrak dengan supllier, dan membuat pekerja terlantar.”

    Muannas melaporkan Hadi Pranoto dan Anji atas dugaan menyebarkan kabar bohong dalam wawancara tentang 'obat' Covid-19. Kedua terlapor disangka melanggar Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 45a Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

    Akibat laporan itu, menurut berkas gugatan, cairan herbal yang disebut Hadi antibodi Covid-19 yang sudah diproduksi tidak bisa diperdagangkan lagi.

    Rincian kerugian materil yang diklaim Hadi Pranoto yaitu Rp 10 miliar dari produk siap edar, dan produk yang tidak jadi diproduksi Rp 1 triliun. Kerugian immaterilnya karena dipermalukan di depan umum Rp 100 triliun, menjadi tertekan atau gangguan mental yang berakibat pada kesehatan Rp 40 triliun, dan akibat teror terhadap keluarga Rp 8,9 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Badan Sering Lemas, Waspada 7 Penyakit ini

    Jangan anggap sepele badan sering lemas. Kondisi tersebut bisa jadi salah satu indikasi dari adanya gangguan atau penyakit tertentu dari yang rin