Singgung Kemenangan Anies di 2017, PA 212: Diwarnai Gerakan Kami

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif usai acara Dzikir dan Munajat Akbar Mujahid 212 di Masjid Agung Sunda Kelapa pada Ahad, 13 Oktober 2019. Tempo/Adam Prireza

    Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif usai acara Dzikir dan Munajat Akbar Mujahid 212 di Masjid Agung Sunda Kelapa pada Ahad, 13 Oktober 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Presidium Alumni 212 atau PA 212, Slamet Maarif menyambut positif diskusi Indonesia Leaders Talk yang mengusung tema Memoar Pilkada DKI 2017 pada Senin malam, 10 Agustus 2020. Diskusi yang digelar politikus Partai Keadilan Sejahtera itu bakal mengundang Anies Baswedan, Sandiaga Uno dan Rocky Gerung.

    Pada Pilkada DKI saat itu, pasangan Anies - Sandi yang menjadi calon gubernur dan wakil gubernur melawan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat pada putaran dua pemilihan. Menurut Slamet, kemenangan Anies-Sandiaga pada pilkada putaran dua di DKI, tidak luput atas usaha gerakan 212.

    "Tidak bisa dipungkiri bahwa hasil pilkada DKI Jakarta sangat diwarnai oleh gerakan 212," kata Slamet melalui pesan singkatnya.

    Ia bersyukur gerakan yang disebutnya mengundang jutaan orang itu bisa menggagalkan Ahok untuk duduk kembali di kursi orang nomor satu di Jakarta. "Kami bersyukur perjuangan kami yang ikhlas dan Istiqomah dimenangkan oleh Allah SWT," ujar dia.

    Sebelum Pilkada DKI Jakarta berlangsung, umat Islam menggelar beberapa kali unjuk rasa untuk mempidanakan Ahok. Pria yang kini menduduki jabatan Komisaris Utama Pertamina itu dianggap telah menistakan agama Islam.

    Penistaan tersebut berkaitan dengan omongan Ahok yang mengutip ayat 51 dalam surat Al-Maidah di dalam Al Quran. Salah satu inisiator unjuk rasa tersebut adalah Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

    Gelombang unjuk rasa besar terjadi pada 4 November 2016, yang kemudian diberi nama Demonstrasi 411.

    Dalam wawancara terbarunya di YouTube, Ahok mengisahkan
    bahwa aparat keamanan pernah meminta dirinya dan keluarga agar mengungsi saat demonstrasi 411 berlangsung.

    Namun, Ahok yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta menolak permintaan untuk mengungsi.

    "Saya bilang sama mereka (aparat), saya gak mau pergi. Dia bilang nanti bisa serbu masuk ke dalam rumah, ya itu kan tugas kalian menjaga di depan, kalau kalian takut ya tinggalin saja, saya bilang," kata Ahok dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada akun Youtube pribadinya, Panggil Saya BTP, Sabtu, 8 Agustus 2020.

    Gerakan 411 kemudian terus berlanjut dan berujung pada aksi unjuk rasa bertajuk 212 pada 2 Desember 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.