Disebut Intoleran, Anies Baswedan: Tunjukkan Kebijakan Mana yang Diskriminatif

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2020. Foto : Hadi Ahdiana

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2020. Foto : Hadi Ahdiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempertanyakan kepada pihak yang kerap menuduhnya sebagai pemimpin yang intoleran. Selama 2,5 tahun menjabat posisi orang nomor satu di Jakarta, Anies mengaku telah berusaha merangkul semua kalangan.

    "Tolong ditunjukkan selama dua tahun ini kebijakan mana yang intoleran. Tolong ditunjukkan, kebijakan mana yang diskriminatif," kata Anies dalam diskusi daring Indonesia Leaders Talk yang mengusung tema Memoar Pilkada DKI 2017 pada Senin malam, 10 Agustus 2020.

    Baca Juga: PKS Undang Anies-Sandi Diskusi Pilkada, PA 212: 2024 tahun Generasi Muda

    Menurut Anies, pihak yang menudingnya intoleran hanya permainan imajinasi mereka yang tidak suka terhadapnya. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu melihat ada pihak yang sengaja menggiring opini bahwa pemerintahnya dekat dengan kelompok intoleran.

    Ia pun tidak mau ambil pusing terhadap pihak yang menudingnya sebagai orang yang intoleran. Suami Fery Farhati itu menyatakan bersikap melawan pihak yang berimajinasi bahwa dirinya intoleran dengan tindakan nyata. "Jadi imajinasi mereka tidak dibalas dengan imajinasi lagi. Jadi dibenturkan dengan kenyataan."

    Anies pun menantang pihak mana pun untuk menunjukkan kebijakannya yang intoleran selama memimpin Ibu Kota. "Tunjukkan kebijakan diskriminatif yang ada. Kalau itu semua gak ada, semua orang yang berakal sehat pasti akan menyimpulkan berarti imajinasi itu batal."

    Menurut Anies Baswedan, pembingkaian yang ingin menggiring orang berfikir bahwa dirinya intoleran tidak relevan. Sebabnya, Anies telah berusaha membangun kesetaraan dan persatuan di DKI. 

    "Kebersamaan dan persatuan itu tidak semata-semata soal foto bareng, bikin acara bareng lalu itu persatuan. Persatuan itu soal bagaimana kita punya rasa keadilan dan kesetaraan. Dari situ muncul persatuan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Seragam Baru Satpam Mirip Polisi dalam 4 Hal Baru Terkait Pam Swakarsa

    Kapolri Jenderal Idham Azis meneken peraturan tentang Pengamanan Swakarsa atau Pam Swakarsa. Dalam aturan itu, seragam baru satpam jadi mirip polisi.