Rumah Sakit Rujukan Overload, Pemerintah Diminta Serius Tekan Penularan Covid-19

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pada Kamis (5/3) berada di samping ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien COVID-19. ANTARA/SIGID KURNIAWAN

    Petugas pada Kamis (5/3) berada di samping ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien COVID-19. ANTARA/SIGID KURNIAWAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dokter Erlina Burhan, meminta pemerintah serius menekan penularan virus corona. Sebabnya, banyak rumah sakit rujukan Covid-19 telah kewalahan menerima pasien baru dengan gejala berat.

    "Sudah banyak yang overload. Sejak dua pekan terakhir kami menerima lonjakan pasien Covid-19 dengan gejala berat-berat," kata Erlina saat dihubungi, Rabu, 12 Agustus 2020. "Per hari RS Persahabatan bisa kedatangan 50-70 pasien baru."

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di DKI Meroket, RSUP Persahabatan Sudah Overload

    Erlina berharap pemerintah bisa menegakkan protokol kesehatan berupa penggunaan masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan, untuk mencegah penularan wabah ini. Menurut dia, penegakan protokol kesehatan itulah satu-satunya cara yang efektif jika pemerintah tidak mau mengembalikan kepada kebijakan pembatasan yang ketat.

    Erlina menilai penegakan protokol kesehatan yang dilakukan pemerintah masih minim. Alhasil, banyak warga yang mengabaikan protokol kesehatan ini. "Saya beberapa hari lalu berkunjung ke pinggiran Jakarta. Keadaan sudah biasa seperti tidak ada wabah. Protokol kesehatan tidak diterapkan masyarakat," ucapnya.

    Jika keadaan ini terus dibiarkan, menurut Erlina, pandemi ini bakal semakin panjang dan orang yang terinfeksi pun semakin melonjak. Efek dari lonjakan pasien ini bakal langsung berdampak terhadap pelayanan di fasilitas kesehatan. Nantinya, rumah sakit bakal tidak mampu lagi merawat banyaknya pasien yang datang.

    "Rumah sakit bisa collapsed," ujarnya. "Sekarang saja saya dengar sudah banyak yang overload. Termasuk RSUP Persahabatan sudah overload," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.