Perpanjang PSBB Transisi, Anies Larang Lomba HUT RI dan Tiadakan CFD

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemuda Karang Taruna membentangkan poster saat kampanye penggunaan masker di area Car Free Day Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Ahad, 26 Juli 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pemuda Karang Taruna membentangkan poster saat kampanye penggunaan masker di area Car Free Day Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Ahad, 26 Juli 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang kegiatan perlombaan untuk merayakan HUT Kemerdekaan ke-75 pada masa PSBB transisi. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan kembali memperpanjang untuk keempat kalinya PSBB transisi fase pertama selama 14 hari mulai 14 Agustus hingga 27 Agustus mendatang.

    "Setiap aktivitas sosial yang menyebabkan kerumunan akan dihentikan sementara," kata Anies melalui keterangan tertulisnya. "Khususnya Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day."

    PSBB transisi telah dimulai sejak 5 Juni lalu. Anies terus memperpanjang masa transisi tersebut. Perpanjangan tahap tiga PSBB transisi fase pertama berakhir hari ini, 13 Agustus 2020.

    Anies meminta warganya menunda kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan selama masa transisi. Meski begitu, Anies mendukung kegiatan warga yang ingin menghias kampung, rumah, maupun kantor untuk menyambut HUT RI.

    "Bisa tetap berjalan. Kalau mau melaksanakan upacara diperbolehkan dengan jumlah yang terbatas. Tapi, lomba-lomba yang biasanya dilakukan itu ditiadakan," ujarnya.

    Menurut Anies, berbagai lomba yang digelar warga berpotensi menyebabkan kerumunan tanpa terkendali. Sedangkan, upacara diperbolehkan digelar karena relatif bisa dikendalikan. "Karena jarak antar berdirinya bisa diatur hingga tata caranya," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.