Gebrak Gelar Aksi Anti Omnibus Law di Depan Kemenaker

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh yang tergabung dalam KSPI melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR RI untuk menolak pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Rabu, 29 Juli 2020.  Mereka menuntut DPR untuk menghentikan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Tempo/Nurdiansah

    Buruh yang tergabung dalam KSPI melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR RI untuk menolak pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Rabu, 29 Juli 2020. Mereka menuntut DPR untuk menghentikan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Koalisi Masyarakat yang menamakan dirinya Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau GEBRAK menggelar demonstrasi anti Omnibus Law di Kementrian Ketenagakerjaa, Jakarta Selatan.

    Demonstrasi itu rencananya berlanjut ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jumat 14 Agustus 2020.

    Isu yang dibawa adalah penolakan terhadap RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Belakangan, isu ini kembali mencuat sejak DPR ngotot membahasnya dikala masa reses.

    "Kami bagian dari elemen rakyat menuntut kepada pemerintah untuk menghentikan pembahasan RUU Cipta Kerja,"  ujar Jumisih Jubir GEBRAK, dalam keterangan tertulis, Jumat 14 Agustus 2020.

    Lebih lanjut, GEBRAK dalam tuntutannya meminta Pemerintah juga mencabut Undang-Undang Minerba dan memprioritaskan pembahasan produk legislasi yang dirasa dapat menjamin kelompok rentan, seperti RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan RUU Pekerja Rumah Tangga.

    RAFI ABIYYU l DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.