DKI Sebut Kampung Akuarium Dibangun di Kawasan Cagar Budaya Kota Tua

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rencana lokasi pembangunan jembatan penghubung antara Luar Batang dan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa, 10 September 2019. TEMPO/Muh Halwi

    Rencana lokasi pembangunan jembatan penghubung antara Luar Batang dan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa, 10 September 2019. TEMPO/Muh Halwi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta memastikan dapat membangun Kampung Akuarium, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Sarjoko mengatakan kampung itu dibangun di kawasan cagar budaya Kota Tua Jakarta.

    "Kampung Akuarium telah melewati diskusi yang cukup panjang, melewati pembahasan dan penyesuaian-penyesuaian yang dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku, sebagai hunian massal di kawasan Cagar Budaya Kota Tua Jakarta," kata dia dalam keterangan tertulisnya.

    Menurut Sarjoko, pembangunan Kampung Akuarium menjadi yang pertama dengan pertimbangan kesiapan administrasi dan masyarakatnya.

    Kampung Akuarium masuk dalam program peningkatan kualitas permukiman DKI bernama community action plan (CAP). Salah satunya membangun rumah susun di sana. Rencana program ini telah digaungkan sejak 2018.

    Sarjoko menceritakan lahan yang akan dibangun Kampung Susun Akuarium ini dulunya merupakan pulau hasil sedimentasi tanah dari aliran sungai Ciliwung. Sedimentasi itu membentuk seperti pulau pada abad 18 yang terletak di antara Museum Bahari dan Pelabuhan Sunda Kelapa.

    "Sejarah lokasi ini tidak bisa lepas dari sejarah Batavia hingga jelang masa kemerdekaan dan sejarah kontemporer Jakarta sendiri, termasuk pasca reformasi," jelas dia.

    Pemerintah Indonesia kemudian mengubah nama Pusat Laboratorium Penelitian Laut menjadi Akuarium pada 1950. Momen tersebut berlangsung ketika Indonesia mengambil alih pusat laboratorium itu dari Belanda. Pemerintah DKI Jakarta saat itu lantas menjadikannya sebagai Wisata Akuarium.

    Salah satu warga Kampung Akuarium, Diani, berharap penataan kampung ini dapat meningkatkan perekonomian penduduknya melalui sektor pariwisata. Setelah penataan rampung, menurut dia, warga bakal mendapat penghasilan dengan menjadi pemandu tur alias tour guide atau menjual suvenir.

    "Dulunya juga banyak turis-turis asing yang tinggal di rumah warga saat melakukan wisata di kawasan Kota Tua dan sekitarnya," ucapnya. "Ada banyak efek positif sebagai warga yang tinggal di sini."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 4 Tips Aman Dalam Lift saat Pandemi Covid-19

    Lift sangat membantu aktifitas sehari-hari di kantor. Namun di tengah pandemi Covid-19, penggunaan lift harus lebih diperhatikan.