Penembakan di Kelapa Gading, Pengamat Duga Pembunuh Bayaran

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuplikan rekaman CCTV menunjukkan pelaku menembak Sugiarto dari belakang di Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis siang, 13 Agustus 2020. Saat kejadian, korban terlihat tengah menggunakan ponselnya. Istimewa

    Cuplikan rekaman CCTV menunjukkan pelaku menembak Sugiarto dari belakang di Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis siang, 13 Agustus 2020. Saat kejadian, korban terlihat tengah menggunakan ponselnya. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta -Ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menduga pelaku penembakan di Kelapa Gading adalah pembunuh bayaran.“Saya khawatir itu (pelakunya) pembunuh bayaran,” kata Reza lewat pesan singkat kepada Tempo pada Senin, 17 Agustus 2020.

    Dugaannya ini menurutnya dilandasi oleh kronologi peristiwa yang menyebabkan bos pelayaran, Sugianto, 51 tahun tewas tertembak di Ruko Royal Square Kelapa Gading, Jakarta Utara. Peristiwa itu berlangsung cepat di siang hari. "Pelaku penembakan juga tidak mengenakan penutup wajah atau tidak berusaha menyembunyikan identitasnya."

    Baca Juga: Penembakan di Kelapa Gading, 13 Saksi dan Dua Sketsa Terduga Pelaku

    Mengenai relasi antara pelaku dan korban, kata Reza, kecil kemungkinannya mereka saling mengenal. Karena diduga pelakunya pembunuh bayaran. Ia menilai seorang pembunuh bayaran memiliki kemampuan untuk mendehumanisasi korban, sehingga dapat menghabisi nyawa targetnya tanpa ada konsekuensi psikis yang berarti.

    “Karena ini sepertinya pembunuhan bayaran, maka yang punya relasi adalah mastermind [dalang] dan korban. Eksekutor, agar sukses dalam misinya, tidak butuh relasi. Sekian banyak peluru mengenai sasaran, bahkan beberapa di antaranya mendekati point blank. Jelas, tujuan pelaku adalah menghabisi korban,” tandasnya.

    Tentang sketsa wajah pelaku yang disebarkan oleh Kepolisian Resor Jakarta Utara pada Sabtu, 15 Agustus 2020, Reza menilai hal tersebut tidak banyak membantu. “Bacalah catatan-catatan kecil di samping sketsa tersebut. Tidak ada yang spesifik, sehingga tidak membantu manusia untuk mengidentifikasi kemiripan antara sketsa dengan orang-orang yang dijumpai,” ujar lulusan psikologi forensik University of Melbourne ini.

    Diketahui pada Kamis siang, 13 Agustus 2020, jenazah Sugianto ditemukan di sekitar Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ia adalah pengusaha kapal kargo yang tewas ditembak saat sedang berjalan kaki ke arah rumahnya untuk istirahat makan siang. 

    Pelaku penembakan di Kelapa Gading kemudian menaiki motor yang dikendarai rekannya untuk melarikan diri. Sebelum dievakuasi, jenazah Sugianto sempat dikerumuni warga.

    WINTANG WARASTRI | MARTHA WARTA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Megawati Bergelimang Gelar Doktor Honoris Causa walau Tak Tamat Kuliah

    Megawati akan menerima gelar kehormatan dari Universitas Pertahanan. Gelar itu akan melengkapi koleksi gelar Doktor Honoris Causa yang ia terima.