Klinik Aborsi di Jalan Raden Saleh Raup Untung 70 Juta per Bulan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti praktik aborsi milik Klinik dr. SWS ditunjukkan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa, 18 Agustus 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Barang bukti praktik aborsi milik Klinik dr. SWS ditunjukkan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa, 18 Agustus 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat memprediksi klinik aborsi dr. SWS di Jalan Raden Saleh I, Senen, Jakarta Pusat, meraup keuntungan bersih sekitar Rp 70 juta dalam sebulan dari praktik aborsi.

    "Keuntungan itu dibagi 40 persen untuk tenaga medis, 40 persen untuk calo, 20 persen untuk pengelola," ujar Tubagus di Polda Metro Jaya, Selasa, 18 Agustus 2020.

    Baca Juga: Tangani 1.632 Pasien, Klinik Aborsi Paseban Raup Rp 5,4 M

    Namun menurut Tubagus, hasil penggeledahan di klinik tersebut pada 3 Agustus 2020 lalu, polisi hanya menemukan uang sebesar Rp 51 juta. Uang yang diduga sebagai keuntungan praktik aborsi dalam satu bulan terakhir tersebut disimpan dalam amplop.

    Tubagus mengatakan, klinik aborsi tersebut telah beroperasi selama lima tahun. Dari catatan pasien mulai Januari 2019 hingga 10 April 2020, kata dia, klinik ini telah melayani 2,638 pasien aborsi. "Dalam sehari rata-rata menerima lima sampai tujuh pasien," kata Tubagus.

    Tubagus berujar, biaya aborsi di Klinik dr. SWS bervariasi sesuai umur janin. Untuk aborsi janin usia kandungan 6 sampai 7 minggu dipatok dengan harga Rp 1,5 - 2 juta. Sementara usia kandungan 8 sampai 10 minggu dipatok seharga Rp 3 - 3,5 juta. Sedangkan usia kandungan 10 sampai 12 minggu dihargai Rp 4 - 5 juta. Terakhir, untuk usia 15 sampai 20 dengan harga Rp 7 - 9 juta.

    Polisi telah menangkap 17 tersangka dalam praktik aborsi di Klinik dr. SWS. Sebanyak 6 di antaranya adalah tenaga medis yang terdiri dari 3 orang dokter, 1 orang bidan, dan 2 orang perawat. Sementara 4 tersangka lain berperan sebagai pengelola klinik yang memiliki tugas untuk negosiasi, penerimaan dan pembagian uang.

    Sebanyak 4 tersangka lain memiliki tugas untuk antar jemput pasien, membersihkan janin, menjadi calo, dan membelikan obat. Sedangkan 3 sisanya adalah orang yang melakukan aborsi. Data para pelaku adalah SS, 57 tahun, SWS (84), TWP (59), EM (68), AK (27), SMK (32), W (44), J (52), M (42), S (57), WL (46), AR (44), MK (38), WS (49), CCS (22), HR (23) dan LH (46).


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.