Jaksa Kasus Novel Baswedan Meninggal Positif Covid-19, Ini Reaksi Kajari Jakut

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sentra Gakkumdu Jakarta Utara Doni Boy Faisal Panjaitan (kiri), Ketua Tim JPU Fedrik Adhar (tengah) dan Erma Octora. ANTARA/Fianda Rassat

    Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sentra Gakkumdu Jakarta Utara Doni Boy Faisal Panjaitan (kiri), Ketua Tim JPU Fedrik Adhar (tengah) dan Erma Octora. ANTARA/Fianda Rassat

    TEMPO.CO, JakartaKepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara I Made Sudarmawan belum mendapatkan pemberitahuan bahwa jaksa kasus Novel Baswedan, Fedrik Adhar, meninggal positif Covid-19.

    "Secara resmi, informasi tentang riwayat kenapa almarhum meninggal saya belum terima," kata Sudarmawan di Jakarta, Selasa 18 Agustus 2020.

    Walaupun laporan resmi secara institusi belum diterima, tetapi Kajari telah mengetahui bahwa penanganan jenazah almarhum dilakukan dengan standar Covid-19.

    Kejaksaan Negeri Jakarta Utara melalui akun media sosialnya menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat bahwa pelayanan ditutup sementara pada 18-19 Agustus 2020. Aktivitas pelayanan dibuka kembali pada 24 Agustus 2020.

    Baca juga: 3 Kejanggalan Sidang Kasus Teror Novel Baswedan

    Fedrik Adhar Syaripuddin merupakan jaksa penuntut umum kasus penyiraman air keras Novel Baswedan. Fedrik meninggal pada Senin 17 Agustus di RS Pondok Indah Bintaro.

    Sudarmawan mengakui Fedrik memiliki penyakit diabetes dan darah tinggi. Almarhum sering melakukan konsultasi dengan dokter klinik. "Almarhum mengeluh sakit sehingga kita sarankan cek kesehatan," ujar Sudarmawan.

    Sebelum meninggal dunia, jaksa kasus Novel Baswedan itu juga telah melaksanakan pekerjaan dari rumah karena kondisi kesehatannya yang menurun.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.